Cara Mendampingi dan Mengatasi Anak Penderita Autisme

Cara Mendampingi dan Mengatasi Anak Penderita Autisme

-advertisement-

Sebagai orang tua tentu tidak mudah menghadapi anak dengan autisme. Orang tua harus bisa berbesar hati dan bersabar dalam menerima kenyataan bahwa anaknya menderita autisme sejak kecil. Memang tidak mudah. Ada beberapa cara mendampingi dan mengatasi anak autis yang mudah diaplikasikan oleh orang tua seperti berikut:

1. Jangan Dikucilkan Dalam Keluarga

Selama ini, sebagian masyarakat menganggap autisme adalah penyakit kejiwaan, dan sering menimbulkan stigma negatif dari masyarakat. Tak jarang anak dengan kelainan autis mendapat perlakuan yang berbeda dari orang tuanya sendiri. 

Anak autis biasanya dianggap memalukan dalam keluarga, pandangan yang negatif dari orang tua itulah yang membuat penderita autisme kadang menjadi bahan olokan dan sasaran bully di lingkungan sekitarnya. 

Padahal, tak selamanya memiliki anak autis akan memberi dampak buruk bagi Anda. Kenyataannya banyak juga anak autis yang bisa sukses dan menjalani hidup dengan normal, tentu dengan bantuan dan dorongan Anda sebagai orangtuanya sejak dini. 

Bahkan, Tak sedikit pula beberapa anak autis dapat berprestasi dan membanggakan orang tua. Kemampuan dan keahlian yang terpendam dalam diri mereka pun jangan dianggap remeh.

Jika anak penderita autisme selalu diremehkan dan dikucilkan dalam keluarganya sendiri, akan berdampak pada trauma pada diri anak dan membuat kondisi mentalnya semakin buruk.

Kita harus mampu menerima ini seperti hal yang biasa dan memberikan pengertian pada anak kalau ini sebuah tantangan yang dihadapi bersama-sama.

2. Lebih Sabar Menghadapinya

Mungkin butuh kesabaran ekstra dalam menghadapi anak autis. Anda harus memiliki lebih banyak waktu dan tenaga dalam menghadapinya. Terlebih lagi kondisi mood, perilaku dan mental seorang anak autis berubah-ubah setiap harinya. Karena itu orang tua harus bisa lebih sabar dan mengendalikan diri dalam menjaga dan merawat anak autis.

3. Saling Tukar Informasi Dengan Orang Tua Lain

Orang tua yang memiliki anak autis tidak seharusnya menjadi rendah diri dan malu dalam lingkungan. Karena hal itu dapat menurunkan semangat dalam merawat dan membesarkan buah hati.

Anda bisa coba saling berbagi dan bertukar informasi dengan orang tua lainnya yang juga mempunyai anak autis. Ini akan membantu dalam menghadapi anak autis, selain itu juga bisa membuat kalian saling menguatkan.

-advertisement-

Namun Anda juga perlu menjaga hubungan sosial dengan orang tua yang memiliki anak normal. 

4. Melakukan Fiksasi Pada Anak

Seorang anak autis memiliki kondisi emosional yang tak menentu. Mereka terkadang jadi sangat aktif atau terkadang juga menjadi diam tiba-tiba. Bukan hanya itu, anak autis juga bisa menjadi tantrum tiba-tiba tanpa peduli situasi sekelilingnya walaupun dalam keramaian.

Untuk mengatasi anak autis yang tiba-tiba tantrum, Anda bisa lakukan cara fiksasi tanpa harus bicara padanya, seperti:

  • Palingkan pandangan buah hati Anda agar tidak menghadap Anda.
  • Lalu Anda jepit kakinya dengan menggunakan kedua paha.
  • Peluk buah hati Anda dari belakang dengan posisi tadi.
  • Silangkan kedua tangan buah hati Anda ke depan.
  • Pegang erat kedua siku anak Anda sambil tangan kanan memegang bagian siku kiri, dan tangan kiri Anda memegang siku kanannya.
  • Peluk erat buah hati Anda hingga dia kembali tenang dan berhenti menangis.

5. Tidak Pernah Memaksakan Anak

Jangan pernah memaksakan anak untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa verbal seperti layaknya anak normal. Karena anak autis biasanya berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan bahasa isyarat, misalnya bila ingin sesuatu dia akan menunjuk benda itu. Anda pun harus bisa mengerti dan memahaminya

Dan penting juga untuk menjauhkan anak dari perilaku yang kasar dan buruk. Tapi berikan contoh perilaku yang sopan dan baik di hadapannya. Selain itu biarkan anak autis tetap mempunyai waktu untuk menyendiri.

6. Temukan Cara Berkomunikasi Yang Efektif

Berkomunikasi dengan anak autisme dapat menjadi suatu tantangan tersendiri. Mereka tidak selalu dapat berkomunikasi dengan baik secara verbal. Mereka dapat memiliki gangguan bicara atau gangguan bahasa. Atau juga mereka lebih nyaman berkomunikasi dengan bahasa tubuh.

Kita harus bisa menemukan cara komunikasi yang paling efektif. Entah itu dengan verbal, sentuhan, intonasi kalimat, bahasa tubuh, atau cara memandang.  Lakukan observasi dan percobaan dengan kreatif. Mungkin saja anak kita berkomunikasi dengan beberapa kombinasi panca indra.

7. Gunakan Bantuan Profesional

Mendidik dan mengatasi anak autis membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Akan ada hari dimana Anda merasa tertekan dan lelah. Mengasuh anak secara umum bukanlah sesuatu yang mudah. Begitu pula anak dengan kebutuhan khusus.

Untuk menjadi orang tua terbaik, kita juga perlu merawat diri kita sendiri. Jangan lakukan semua hal sendirian.

Banyak organisasi yang menangani anak penderita autisme. Kita bisa meminta bantuan profesional pada mereka. Baik itu dalam bentuk tenaga, terapi, konsultasi, saran atau sekedar semangat.

Selalu dampingi anak Anda dan tetaplah semangat serta berbesar hati dalam merawatnya. Semoga bermanfaat.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT
Latest posts by Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT (see all)

-advertisement-

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *