Pentingnya Stimulasi Dini Tumbuh Kembang Anak di Usia 5 Tahun Pertama

Pentingnya Stimulasi Dini Tumbuh Kembang Anak di Usia 5 Tahun Pertama

Tumbuh kembang anak di usia 5 tahun pertama tidak hanya terjadi pada perubahan dan pertumbuhan fisik anak saja. Tumbuh kembang ini juga terjadi pada kemampuannya untuk mempelajari keterampilan sosial, emosional, perilaku, pemikiran dan komunikasi yang ia butuhkan untuk kehidupannya nanti. Semua aspek ini saling terkait mempengaruhi satu sama lain dan dapat dikembangkan dengan stimulasi dini.

Dalam lima tahun pertama kehidupan, otak anak berkembang lebih cepat daripada waktu lain dalam hidupnya. Hal-hal yang dialami anak, dilihatnya, didengar, disentuh, dicium aromanya, dan dicicipi oleh lidahnya – semua merangsang otaknya. Semua pengalaman tersebut menciptakan jutaan koneksi. Ini adalah saat dasar untuk belajar, kesehatan dan perilaku sepanjang hidup diletakkan.

Bayi terlahir siap untuk belajar dan otak mereka berkembang sesuai penggunaannya. Anak membutuhkan lingkungan yang merangsang otak dengan banyak kegiatan berbeda. Lingkungan seperti ini akan memberi banyak cara untuk bermain dan belajar. Banyak kesempatan untuk mempraktekkan apa yang ia pelajari.

Ada 2 cara utama untuk memberi stimulasi dini untuk anak di usia 5 tahun pertama: membangun hubungan dan aktivitas bermain.

1. Membangun Hubungan Sebagai Pondasi Perkembangan Komunikasi Anak

membangun-hubungan-sebagai-pondasi-perkembangan-komunikasi-anak

Hubungan yang dimaksud di sini adalah hubungan anak dengan orang-orang di sekitarnya, di dalamnya termasuk hubungan dengan orang tua. Membangun hubungan dengan orang lain memiliki pengaruh baik dalam tahap perkembangan mereka.

Membangun hubungan adalah pengalaman paling penting bagi anak karena mengajarkan paling banyak tentang dunia di sekitarnya dan membentuk cara dia melihat dunia.

Stimulasi dini melalui hubungan dengan orang lain mendorong anak belajar apakah dunia ini aman baginya, apakah ia dicintai, siapa yang mencintainya, apa yang terjadi ketika ia menangis, tertawa atau membuat ekspresi wajah, dan banyak lagi.

Sang anak juga belajar ketika melihat hubungan antara orang lain – misalnya, bagaimana Anda berperilaku terhadap pasangan Anda dan juga sebaliknya (hubungan ayah dan ibu). Pembelajaran ini adalah pondasi untuk pengembangan komunikasi, perilaku, dan keterampilan sosial lainnya.

Hubungan anak yang paling penting adalah dengan Anda sebagai orang tua. Hubungan anak dengan anggota keluarga lainnya seperti pengasuh, pendidik anak usia dini atau guru, dan dengan anak-anak lain juga sangat penting.

Hubungan yang penuh kasih dan sayang membantu orang tua dan anak belajar banyak tentang satu sama lain setiap hari. Ketika anak tumbuh dan berkembang, kebutuhannya juga akan berubah. Anda akan belajar lebih banyak tentang apa yang dia butuhkan dan bagaimana dapat memenuhi kebutuhan ini.

2. Bermain Sebagai Cara Utama Anak Belajar dan Berkembang

bermain-sebagai-cara-utama-anak-belajar-dan-berkembang

Di tahun-tahun pertama, khususnya di 5 tahun pertama, cara utama anak belajar dan berkembang adalah melalui permainan. Bermain itu menyenangkan bagi anak dan memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi, mengamati, bereksperimen, menyelesaikan masalah dan belajar dari kesalahannya.

Anak membutuhkan dukungan dan dorongan orang tua untuk melakukan berbagai permainan. Namun penting untuk diingat bahwa kita perlu menemukan keseimbangan antara membantu anak dan membiarkannya bermain sendiri. Karena pasti dalam prosesnya sang anak terkadang melakukan kesalahan. Mencari tahu sendiri bagaimana dunia bekerja adalah bagian besar dari pembelajaran anak.

Anak kecil banyak menghabiskan waktu untuk bermain, berbicara, mendengarkan dan berinteraksi. Peran orang tua adalah membantu anak mempelajari keterampilan yang ia butuhkan untuk hidup. Keterampilan ini termasuk berkomunikasi, berpikir, menyelesaikan masalah, bergerak dan berada bersama orang lain atau pun anak-anak lain.

Bermain merupakan cara membangun hubungan yang baik. Dengan menghabiskan waktu bermain bersama dengan anak, anak akan merasa bahwa orang tua mereka menganggap mereka penting. Pesan sederhana ini membantu anak belajar tentang siapa dia dan perannya di dunia.

Stimulasi Dini Lain Yang Membentuk Tumbuh Kembang Anak

Ada faktor lain yang dapat menjadi stimulasi dini tumbuh kembang anak yang kita bisa sediakan. Di antaranya adalah makanan sehat, aktivitas fisik, kesehatan, dan lingkungan tempat tinggal.

1). Makan sehat

Selain memberi asupan energi untuk beraktivitas, makanan sehat juga memberi nutrisi yang anak butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Makanan yang sehat dan pola makan teratur di usia 5 tahun pertama dapat menjadi standar kebiasaan makan yang sehat seumur hidup. Selain itu makanan sehat juga dapat membantu mengembangkan indra perasa (lidah).

Anak belajar tentang pilihan makanan dari orang di sekitarnya. Jadi cara terbaik untuk membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang sehat adalah dengan melihat orang tua menyiapkan makanan sehat dan menikmati makanan tersebut.

2). Aktivitas fisik

Aktif secara fisik mampu mengembangkan keterampilan motorik dan membantu kemampuan berpikir di dalam beraktivitas. Seorang anak kecil membutuhkan lebih banyak  aktivitas bermain fisik, baik di dalam maupun di luar ruangan. Jika orang tua memiliki sifat aktif, maka kemungkinan besar sang anak akan menirunya.

3). Kesehatan

Kesehatan anak dapat memengaruhi tumbuh kembang. Semua anak pasti akan sakit di beberapa waktu tertentu. Setidaknya seorang anak akan mengalami batuk dan pilek, sakit telinga atau sakit ringan yang berhubungan dengan pencernaan. Penyakit anak kecil ini umumnya tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang pada perkembangan tubuhnya.

Tetapi kondisi kronis atau sakit jangka panjang dapat mempengaruhi perkembangan anak. Contohnya seperti pada perkembangan dan ketidakmampuan belajar seperti tunanetra, tunarungu, gangguan spektrum autisme serta kondisi seperti cystic fibrosis, kanker atau cerebral palsy.

Jika anak Anda memiliki kondisi kronis, sebaiknya Anda berbicara dengan dokter umum, dokter anak atau spesialis medis lainnya. Profesional kesehatan ini dapat memberi tahu Anda tentang bagaimana kondisi anak dapat memengaruhi tumbuh kembang. Mereka juga akan memberi petunjuk bagaimana cara terbaik untuk mendukung anak Anda.

4). Lingkungan Tempat Tinggal

Lingkungan tempat tinggal memengaruhi perkembangan mental anak. Misalnya, perkembangan anak didukung oleh hubungan positif dengan teman dan tetangga. Rumah dekat dengan akses ke taman bermain, taman, toko dan layanan lokal seperti penitipan anak, kelompok bermain, taman kanak-kanak, sekolah, pusat kesehatan dan perpustakaan.

Anak Kecil Berkembang Dengan Kecepatan Yang Berbeda

anak-kecil-berkembang-dengan-kecepatan-berbeda

Anak-anak tumbuh dan berkembang pada tingkatan yang berbeda. Beberapa orang tua khawatir secara berlebih tentang kapan anak mereka akan berjalan, kapan gigi pertama bayi mereka akan muncul, atau kapan bisa berbicara dengan lancar.

Sebagian besar keterampilan anak berkembang dengan urutan yang sama. Namun perkembangannya bisa saja di usia berbeda bahkan pada anak-anak dalam keluarga yang sama.

Jika Anda pernah bertanya-tanya apakah perkembangan anak Anda termasuk ‘normal’, Anda harus mengingat bahwa proses tumbuh kembang berbeda untuk setiap anak. Misalnya, rentang usia anak-anak untuk mulai berjalan adalah sekitar 8-18 bulan. Jadi jika anak Anda tidak berjalan pada 14 bulan, masih tidak apa-apa.

Banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Jika Anda benar-benar merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan perkembangan anak Anda, konsultasikan ke dokter umum atau dokter anak.

Menempatkan Diri Sebagai Orang Tua Yang Baik

Peran apapun yang Anda jalani dalam membesarkan anak, entah itu sebagai orang tua, kakek nenek, pengasuh atau orang tua asuh, ingatlah bahwa Anda selalu belajar. Kita semua akan membuat kesalahan dan belajar melalui pengalaman. Boleh saja kita merasa yakin tentang apa yang kita ketahui. Namun kita juga harus merasa wajar untuk mengakui hal yang kita tidak tahu dan berani mengajukan pertanyaan ke orang lain.

Kesehatan fisik dan mental orang tua adalah bagian penting dalam membesarkan anak. Terkadang semua fokus terarah pada merawat anak sehingga banyak orang tua dan pengasuh lupa untuk merawat diri mereka sendiri. Menjaga diri sendiri akan membantu kita memahami diri sendiri dalam kemampuan, kesabaran, berimajinasi, dan seberapa besar energi yang kita butuhkan untuk membesarkan anak.

Apapun yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak memang tidak ada yang mudah. Namun kita sebagai orang tua yang baik akan terus belajar demi anak kita. Dengan mempelajari apa saja stimulasi dini tumbuh kembang anak, maka kita juga menjadi orang tua yang lebih baik.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *