Apa Perbedaan Antara Gangguan Bicara dan Gangguan Bahasa?

Apa Perbedaan Antara Gangguan Bicara dan Gangguan Bahasa?

Kita sering mendengar kata berbicara dan berbahasa sering digunakan bergantian. Sekilas mungkin terdengar memiliki arti yang sama. Namun dalam dunia medis, kata bicara dan bahasa memiliki makna yang sangat berbeda.

Bicara atau wicara mengacu pada suara aktual dari bahasa yang diucapkan. Ini adalah bentuk komunikasi lisan. Bicara menggunakan otot-otot lidah, bibir, rahang dan saluran vokal dengan cara yang tepat dan terkoordinasi untuk menghasilkan suara-suara yang dikenali yang membentuk bahasa.

Bahasa mengacu pada keseluruhan sistem kata-kata maupun simbol — yang ditulis, diucapkan atau diekspresikan dengan gerak tubuh dan bahasa tubuh — untuk mengkomunikasikan makna.

Sama seperti perbedaan bicara dan bahasa, ada perbedaan antara gangguan bicara dan gangguan bahasa. Apa sajakah perbedaan tersebut?

Gangguan Bicara

Gangguan bicara biasanya menunjukkan bahwa seseorang memiliki masalah dalam menghasilkan suara tertentu secara akurat.

Anak kecil yang dalam proses belajar berbicara mungkin tidak mengeluarkan suara yang normal. Contohnya, anak usia 3 tahun tidak dapat menggunakan suara S dalam ucapan mereka: “Aku cuka (suka) permen.” Tapi pengucapan seperti itu akan dianggap sebagai kesalahan artikulasi pada anak berusia 5 tahun. Ini termasuk gangguan bicara.

Gangguan Bahasa

Gangguan bahasa umumnya terdiri dari gangguan bahasa reseptif dan gangguan bahasa ekspresif. Seorang anak dengan gangguan bahasa akan mengalami kesulitan memahami arti dari apa yang dikatakan (masalah bahasa reseptif). Atau dia mungkin mengalami kesulitan mengomunikasikan pikirannya sendiri (masalah bahasa ekspresif).

Bayangkan seorang anak yang memiliki pengucapan kata-kata yang baik dan dapat mengucapkan kata-kata dengan benar. Namun dia bisa saja memiliki bahasa yang buruk — yaitu kesulitan menyatukan kata-kata untuk mengekspresikan dirinya atau kesulitan memahami apa yang dikatakan kepadanya.

Gangguan bicara dan gangguan bahasa dapat terjadi secara terpisah. Atau seorang individu dapat memiliki kedua jenis gangguan pada saat yang sama.

kemampuan anak berkomunikasi

Panduan Sederhana Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Anak

Ada panduan yang dapat membantu Anda ketika mempertimbangkan apakah kemampuan bicara dan berbahasa anak Anda berkembang secara baik pada tahapan usianya.

Sebagian besar anak-anak yang memasuki usia 2 tahun memiliki kosakata sekitar 50 kata. Pada usia 2 hingga 3 tahun, anak-anak biasanya mulai memahami lebih banyak bahasa daripada yang bisa ia ungkapkan.

Berikut beberapa tanda yang membutuhkan perhatian lebih jika dialami anak Anda:

  • Tidak mengetahui namanya sendiri, kata tidak (atau no), atau perintah sederhana saat usia 1 tahun
  • Tidak mengucapkan kata-kata yang jelas pada usia 14 hingga 16 bulan
  • Tidak dapat menjawab pertanyaan dasar (apa, di mana, siapa) pada usia 3 tahun
  • Memiliki kesulitan dipahami oleh orang-orang selain keluarganya setelah usia 3 tahun
  • Memiliki keragu-raguan atau pengulangan berkali-kali ketika berbicara melewati usia 5 tahun
  • Tidak dapat menceritakan kisah secara urut (sebuah cerita dengan awal, tengah dan akhir) pada usia 5 tahun
  • Menunjukkan perkembangan kosa kata yang terbatas

Anak-anak mengembangkan keterampilan berbicara dan bahasa dengan kecepatannya masing-masing. Tetapi jika anak Anda memiliki masalah di atas, ada baiknya berdiskusi dengan dokter anak.

Dokter dapat merujuk Anda ke spesialis bahasa atau klinik terapi wicara untuk mengetahui apakah ada masalah bahasa atau bicara. Layanan seperti terapi wicara Jakarta di Pusat Terapi Bermain dapat membantu Anda. Namun pilihan perawatan bisa berbeda untuk setiap anak, jadi mendapatkan diagnosis yang tepat adalah kuncinya.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *