Kegiatan Sensori Integrasi di Lingkungan yang Alami

Kegiatan Sensori Integrasi di Lingkungan yang Alami

Sebagai orang tua, kita kadang cenderung berpikir bahwa kegiatan belajar hanya terjadi di ruang kelas. Bahkan sebagai terapis pun kita kadang lupa menggunakan lingkungan yang lebih alami untuk memberikan kegiatan sensori integrasi yang dibutuhkan anak.

Seperti pantai contohnya. Anak-anak tidak hanya dapat belajar tentang laut, pasang surut, ikan, kerang, rumput laut, dan objek lain.

Namun pantai juga dapat memberikan pemandangan, suara, tekstur, dan cara bergerak baru yang mungkin belum pernah dialami anak Anda sebelumnya.

Terbayang bukan bagaimana anak-anak menggunakan indera mereka untuk mengeksplorasi dan mengembangkan diri mereka sendiri.

Mereka akan secara alami berproses pada kegiatan-kegiatan di pantai untuk mendapatkan ‘tantangan yang tepat’ yang biasa kami lakukan dalam sesi terapi okupasi.

Seiring dengan itu akan tumbuh nilai kepercayaan diri jika berhasil menyelesaikan tantangan yang mereka temui di luar.

Kami paham bagaimana anak-anak peka terhadap bagaimana sentuhan pasir pantai awalnya tidak nyaman bagi indra perasa meraka.

Namun karena mereka termotivasi untuk bermain dengan anak-anak yang lain, tantangan tersebut mereka jalani. Hingga hal tersebut tidak lagi menjadi halangan untuk mereka.

Mereka dapat merasakan berjalan di permukaan daratan yang berbeda (pasir, batu, tanah, dll), serta tekstur yang berbeda dengan pasir kering dan basah.

Kegiatan-kegiatan seperti ini secara motorik dapat mengembangkan keseimbangan dan koordinasi badan mereka. Singkatnya, lingkungan alam dapat memberi kita cara alami dan menyenangkan untuk integrasi sensorik.

merasakan-tekstur-rumput
merasakan tekstur rumput

Berikut adalah beberapa kegiatan sensori integrasi yang dapat membantu perkembangan indra anak Anda.

#1. Penglihatan

Pencahayaan alami dari matahari umumnya lebih menenangkan daripada pencahayaan lampu atau neon. Tergantung pula pada jam berapa Anda berada di luar ruangan.

Mengubah fokus penglihatan mata Anda dari jauh ke dekat dapat melatih otot-otot mata dan terjadi secara alami di ruang terbuka yang luas seperti taman.

Contohnya seperti memandang awan, melihat burung yang lewat di langit, atau menemukan siput. Kegiatan ini dapat meningkatkan persepsi visual.

#2. Pendengaran

Suara alam secara alami menenangkan karena memiliki irama. Lautan, angin, dan hujan semuanya memiliki tempo yang indah yang biasanya menenangkan.

Burung dan satwa liar malam lainnya seperti jangkrik atau burung hantu juga memberikan musik alam yang indah.

#3. Pengecap

Makanan dan minuman yang disediakan oleh alam seperti buah dan sayuran memberikan kita pengalaman untuk mencoba rasa, tekstur, dan temperatur baru.

Bahkan aktivitas seperti menanam buah atau sayuran dapat menjadi motivasi sendiri bagi seorang anak untuk mencoba sesuatu yang baru. Dan ini bisa dikategorikan ke dalam kegiatan sensori integrasi.

#4. Sentuhan

Ada berbagai tekstur di alam untuk dirasakan dengan sentuhan. Dari kelopak bunga yang halus hingga batuan yang kasar. Air yang dingin hingga hangatnya sinar matahari. Hujan yang basah hingga pasir kering.

Dengan hanya bermain di luar ruangan seorang anak akan ‘merasakan’ lingkungan mereka saat mereka bermain dan belajar untuk mengintegrasikan berbagai sensasi.

#5. Penciuman – Aroma

Ada aroma alami yang lembut seperti aroma rumput, hujan, udara laut & pepohonan yang dapat dinikmati.

#6. Keseimbangan & Gerakan

Permukaan alam umumnya tidak merata. Ini berarti bahwa ketika seorang anak berjalan di atas rumput, pasir, batu, di hutan dll mereka harus terus-menerus menyesuaikan posisi mereka untuk menjaga keseimbangan.

Ada pula aktivitas memanjat pohon, menyeimbangkan kayu gelondongan, melompati batu, berjalan ke atas bukit, turun ke bawah bukit, merangkak di bawah pagar, menginjak batu loncatan dll.

Gerakan adalah indera kunci yang diperlukan untuk mengintegrasikan informasi dari semua indera lain dengan cara yang berbeda.

#7. Kesadaran Tubuh

Kesadaran tubuh berasal dari otot dan persendian saat tubuh bergerak. Aktivitas seperti mendorong dan menarik benda, atau menegangkan dan mengendurkan otot memberi kita lebih banyak kesadaran tubuh.

Kita akan lebih paham dimana, di posisi apa, dan seperti apa anggota tubuh kita bergerak.

Jika seorang anak berjalan melawan angin, berjalan di atas pasir atau melalui lumpur atau tanah lunak, akan meningkatkan kesadaran tubuh mereka. Kesadaran tubuh juga menenangkan sistem sensorik.

Jadi, ketika Anda memiliki kesempatan menghabiskan waktu dengan anak Anda, cobalah kegiatan di lingkungan alam.

Melompati genangan air, berlarian di sekitar halaman rumah, berkebun, bersenang-senang di luar ruangan.

Sensori integrasi adalah pondasi di mana semua pembelajaran lainnya (akademik, emosional, sosial dan keterampilan hidup) dibangun.

Bermain di luar ruangan di lingkungan alami meningkatkan sensori integrasi.

Jika membutuhkan konsultasi mengenai sensori integrasi, kami Pusat Terapi Bermain menyediakan layanan terapi sensori integrasi Jakarta. Hubungi kami di kontak yang tertera.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *