Mengenal Kategori Anak Berkebutuhan Khusus dan Karakteristiknya

Mengenal Kategori Anak Berkebutuhan Khusus dan Karakteristiknya

Dalam hidup Anda, sedikitnya satu kali, pasti pernah mendengar istilah “anak berkebutuhan khusus”. Sebuah istilah umum yang digunakan bagi anak-anak yang dalam tumbuh kembangnya mengalami hambatan. Namun tidak semuanya memiliki karakteristik yang sama. Terdapat beberapa kategori anak berkebutuhan khusus.

Menurut Wikipedia, anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.

Karena karakteristiknya berbeda maka penanganannya pun berbeda. Apa saja kategori tersebut? Mari kita bahas.

Ada 11 kategori anak berkebutuhan khusus yang kami pahami:

  1. AUTISME

Autisme adalah beberapa spectrum kondisi dimana seseorang memiliki tantangan dalam kemampuan sosial, baik itu dalam berbicara maupun komunikasi non-verbal. Ada beberapa jenis autisme dan setiap jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  1. KETERLAMBATAN TUMBUH KEMBANG

Keterlambatan tumbuh kembang pada anak lebih dari sekedar “tertinggal”. Anak kecil memang tidak memiliki jadwal ketat dalam hal tumbuh kembang. Namun secara umum, keterlambatan perkembangan ini dialami secara berkelanjutan dimana anak-anak yang lain sudah berkembang secara normal.

  1. GANGGUAN EMOSI

Secara garis besar, gangguan emosi adalah sebuah kondisi dimana terjadi kesulitan pengendalian emosi dalam waktu yang panjang, yang pada akhirnya membawa dampak pada kemampuan edukasi, fisik, sosial, atau kemampuan kognitif lainnya.

  1. TUNARUNGU (Termasuk Gangguan Pendengaran)

Tunarungu didefinisikan sebagai sebagian atau sepenuhnya tidak bisa menggunakan indra pendengaran. Yang dialami para tunarungu adalah kehilangan kemampuan mendengar, baik dari yang ringan sampai yang berat.

  1. TUNANETRA (Termasuk Gangguan Penglihatan)

Serupa seperti tunarungu, tunanetra mengalami kehilangan kemampuan, baik total maupun sebagian, pada indra penglihatannya. Gangguan ini tidak dapat diperbaiki dengan sesederhana mengenakan kacamata.

  1. TUNANETRA-RUNGU (Buta-Tuli)

Buta-tuli adalah kombinasi dari gangguan penglihatan dan pendengaran sehingga menghambat kemampuan komunikasi, akses informasi dan bersosialisasi.

Menjadi buta-tuli bukan berarti sepenuhnya buta atau sepenuhnya tuli. Beberapa orang yang buta-tuli mengalami pengurangan penglihatan dan/atau pendengaran. Jadi bukan salah satu hal saja, tetapi gangguan kombinasi dari kedua indra tersebut.

  1. DISABILITAS INTELEKTUAL (Keterbelakangan Mental)

Intelectual Disability (ID) adalah penggeneralisasi dari gangguan perkembangan saraf yang menyebabkan disabilitas pada kemampuan adaptasi fungsional dan intelektual. Biasanya gangguan ini dicirikan oleh IQ dengan nilai di bawah 70.

  1. DISABILITAS BELAJAR

Disabilitas belajar berbeda dengan disabilitas intelektual. Disabilitas ini ditandai dengan kelemahan pada kemampuan utama akademis seperti membaca, menulis dan berhitung (matematika).

kesulitan belajar

  1. GANGGUAN WICARA

Gangguan wicara didefinisiakan kelainan yang dialami dengan gejala sulit berkomunikasi verbal seperti terbata-bata, artikulasi tidak jelas, dan juga gangguan pada suara. Gangguan wicara dapat mempengaruhi kemampuan akademis pada anak.

  1. GANGGUAN ORTOPEDIK (Tunadaksa)

Kadang disebut juga dengan kelainan tulang. Gangguan ortopedik ini disebabkan dari beberapa penyakit seperti tuberculosis tulang, patah tulang, polio, dan dapat juga karena gangguan yang terjadi saat masih dalam janin.

  1. CIDERA OTAK TRAUMATIK

Cidera ini biasanya disebabkan oleh hantaman ke bagian kepala atau badan seseorang, baik sengaja dilakukan dengan kekerasan maupun tidak. Cidera otak ringan dapat mempengaruhi sel otak sementara. Pada beberapa kasus yang berat, cidera otak dapat menyebabkan pembengkakan, pendarahan, dan luka lain pada otak.

Jadi untuk para orang tua yang sudah mengenali kategori tersebut pada anaknya, atau mungkin baru menduga-duga, ada baiknya untuk mendapatkan bantuan dari profesional dari segi medis. Menemukan pelayanan yang profesional sesuai dengan kategori anak berkebutuhan khusus dapat meningkatkan perawatan bagi tumbuh kembangnya.

Pertimbangkan faktor lokasi jika Anda menginginkan kunjungan yang teratur. Anda juga menginginkan spesialis dan terapis yang dapat menangani dan memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak Anda.

Klinik untuk anak berkebutuhan khusus seperti Pusat Terapi Bermain dapat membantu prosedur bagi anak-anak Anda. Jangan terlambat meminta bantuan ya.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *