Anakku, Pilihlah Main Di Luar Bukan Gadget

Anakku, Pilihlah Main Di Luar Bukan Gadget

Beberapa tahun terakhir klien kami bukan hanya anak-anak dengan diagnosa autisme, ADHD, ADD, Down Sindrome, Cerebral Palsy dll, namun banyak juga klien kami datang dengan gagguan konsentrasi, kesalahan dalam pola asuh, kesulitan belajar dan beberapa dengan gangguan perilaku, yang mereka tidak ada keluhan atau riwayat medis pre natal, natal dan post natal.

Mengapa Hal Ini Sering Terjadi ?

Dunia anak adalah dunia bermain. Sangat banyak permainan tradisional yang sudah hilang ditelan oleh era kecanggihan teknologi. Permainan tradisional yang membutuhkan gerak, ketepatan dan ketangkasan motorik yang tidak didapatkan oleh anak-anak kita saat ini. Semua tergantikan oleh gadget yang sama sekali tidak melatih kemampuan sensorik dan motorik anak.

Hal ini lah yang banyak menyebabkan anak kesulitan saat bersosialisasi, konsentrasi saat belajar, hiperaktif, impulsif dan kontrol emosi buruk. Pasti akan menjadi pertanyaan bagi bunda, bagiamana bisa kemampuan motorik dan sensorik mempengaruhi ananda dalam konsentrasi saat belajar?

Kecakapan sensomotorik harus berkembang sesuai usia anak. Akan saya berikan satu contoh main di luar untuk anak usia 5 tahun seharusnya anak sudah mampu melompat 2 dan 1 kaki bergantian (permainan ini didaerah saya disebut tapak orok).

Dari 1 aktifitas seperti melompat 1 dan 2 kaki bergantian ini, beberapa komponen yang mempengaruhi kemampuan tersebut seperti konsentrasi, vestibular dan propioceptif, motor planning, persepsi visual, dll. Untuk lebih jelasnya, akan kami jabarkan beberapa komponen diatas.

Salah satu aktifitas ini akan melatih anak untuk konsentrasi dan fokus, dalam mengntrol diri saat timbul distraksi saat belajar disekolah nantinya. Vestibular dan propioceptif disebut juga dengan sensori primer yang sangat dibutuhkan dalam menghasilkan gerak motorik yang baik. Sensori primer ini harus terbentuk dengan baik pada sistem saraf pusat. Kegiatan ini akan diatur dalam otak cerebellum.

Perencanaan gerak yang tidak matang, akan mengakibatkan anak takut dalam bergerak. Jika sistem sonsori ini tidak berkembang optimal, akan menghasilkan output yang buruk. Yang menyebabkan anak terlihat hiperkatif, impulsif (tidak dapat menunggu giliran), dan tidak dapat duduk tenang saat belajar.

Selanjutnya motor planning yang merupakan komponen aktifitas diatas, jika tidak terasah dengan baik akan mengakibatkan gerakan anak tidak luwes dan ragu-ragu. Selanjutnya persepsi visual yang sangat mempengaruhi kemampuan belajar nantinya. Bagaimana anak mempersepsikan input visual dan menginterpretasikannya dengan baik. Seperti anak kesulitan saat memperkirakan jarak lompatan, memperkirakan jarak pukulan dll. Komponen ini sangat mempengaruhi anak saat membaca, berhitung dan menulis nantinya disekolah.

Proses Sensori

Dari contoh diatas dapat disebut sebuah proses sensori. Yaitu bagaimana tubuh memproses input sensori dengan baik. Setiap tahap perkembangan yang kompleks membutuhkan kesiapan neurologis pada anak. Kesulitan dalam mengontrol keterampilan motorik dan sensorik merupakan gangguan yang berhubungan dengan struktur otak yang sederhana. Jika struktur otak yang sederhana seperti cerebelum dll tidak berkembang dengan oprtimal, maka kemampuan berfikir, konsentrasi, berbicara dan komunikasi, kemampuan belajar yang lebih kompleks, serta kontrol emosi akan mengalami gangguan.

Sekarang dapat kita simpulkan, bahwa dengan bermain gedget, kemapuan motorik dan sensorik anak tidak terasah dengan baik. Anak akan lebih pasif karena akan bermain dengan posisi duduk berjam-jam, kemampuan senso-motorik tidak berkembang, serta kurang terlatihnya untuk komunikasi 2 arah.

Anak-anak yang memiliki keluhan seperti yang sudah dijelaskan diatas, membutuhkan terapi okupasi dengan pendekatan terapi sensori integrasi. Yang membutuhkan terapi ini tidak hanya anak berkebutuhan khusus tetapi juga anak dengan masalah dalam proses sensori yang mengakibatkan perkembangan tidak seperti anak-anak seusianya.

Main di luar bukan pilihan yang buruk bukan? Jadi apakah bunda masih memilih gadget sebagai pilihan permainan untuk anak saat ini? *Gsz











Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *