5 Aktivitas Taman Bermain Yang Membantu Tumbuh Kembang Anak

5 Aktivitas Taman Bermain Yang Membantu Tumbuh Kembang Anak

Taman bermain lebih dari sekadar tempat yang menyenangkan di mana anak Anda dapat menghabiskan waktu luang.

Tempat ini dapat membantu semua anak mengembangkan keterampilan penting. Terutama bagi mereka yang memiliki gangguan konsentrasi dan gangguan belajar.

Berikut 5 contoh aktivitas taman bermain yang membantu proses tumbuh kembang anak:

1. Main Ayunan

main-ayunan

Mengayun atau main ayunan adalah aktivitas biasa di taman bermain yang dapat membantu perkembangan anak di banyak hal.

Mainan ini membantu mengembangkan keseimbangan dan mengajarkan untuk sadar dimana lokasi tubuhnya ketika berada di atas bumi.

Ayunan juga memberinya latihan keterampilan motorik halus (mencengkeram rantai), keterampilan motorik kasar (memompa kakinya untuk mengayun lebih tinggi) dan koordinasi (menyatukan semuanya).

Terlebih lagi, berayun membantu otak belajar memahami kecepatan dan arah, yang mungkin bermanfaat bagi anak-anak dengan masalah persepsi visual.

2. Bermain Panjatan

bermain-panjatan

Bermain panjatan dapat membantu perkembangan fisik anak Anda. Hal ini berlaku untuk memanjat jaring laba-laba, memanjat tembok (wall climbing), atau memanjat pohon.

Untuk memanjat, anak Anda perlu membangun kesadaran tentang di mana bagian-bagian tubuhnya dan apa yang dapat ia lakukan dengan bagian tubuh tersebut.

Memanjat membantu membuatnya sadar akan arah (seperti naik, turun, kiri dan kanan).

Permainan ini juga mendorong pemecahan masalah dan memprediksi apa yang akan terjadi.

Misalnya, anak Anda mungkin bertanya-tanya, “Kemana kaki kanan saya selanjutnya? Bagaimana saya akan turun dari atas? ”

Pemikiran fleksibel seperti ini dapat membantu di taman bermain, di ruang kelas dan juga di kehidupan sehari-hari.

Namun tetap hati-hati ya dalam memilih ketinggian objek yang akan dipanjat.

3. Besi Panjat / Tiang Monyet

bermain-panjat-tiang-monyet

Bermain di besi panjat, seperti tiang monyet, membantu anak Anda mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar.

Dia berlatih gerakan kecil (mencengkeram tiang) serta gerakan besar (berayun dari satu tiang ke yang berikutnya).

Permainan seperti ini sangat bagus untuk anak-anak yang memiliki masalah dengan proses motorik.

Belajar bergerak satu per satu dari satu tiang ke tiang lain dapat membantu anak Anda melatih koordinasi tubuh dan keseimbangan.

Dia juga akan belajar cara menilai di mana bilah berikutnya terkait dengan tubuhnya.

4. Permainan Bebas

bermain-kejar-kejaran

Permainan bebas dapat berarti apa saja, mulai dari permainan yang terorganisir hingga hanya berlarian bersama anak-anak lain.

Tapi tidak hanya sekadar bermain-main. Bermain bebas membantu anak Anda belajar berkomunikasi dengan anak-anak lain dan melatih percakapan dan kosa kata.

Taman bermain dapat membantunya belajar cara mengikuti dan mengubah aturan, berbagi, dan bergiliran saat ia berbaikan dengan anak-anak lain.

Interaksi sosial semacam ini juga dapat membantu anak Anda berlatih menangkap isyarat sosial seperti bahasa tubuh dan nada suara.

5. Bermain dengan Bola

bermain-dengan-bola

Alat permainan seperti bola sepak, bola voli, bola tenis, hingga bola bekel semuanya dapat membantu perkembangan anak-anak.

Saat anak Anda mengetahui cara mempertahankan bola, melempar bola, menendang bola, dan mengubah arah gerak bola, ia mempraktikkan keterampilan koordinasi motorik.

Dan ketika dia mengembangkan strategi tentang di mana dia harus melempar bola atau apakah sudah waktunya untuk berlari ke arah gerakan bola, dia sedang melakukan pemikiran kritis dan pemecahan masalah.

Untuk membantu anak Anda memiliki pengalaman positif, jelajahi lebih banyak aktivitas taman bermain yang lain.

Taman bermain bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk membantu anak Anda meningkatkan keterampilan motorik halus dan keterampilan motorik kasar.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *