8 Masalah Anak di Taman Bermain dan Bagaimana Cara Membantunya

8 Masalah Anak di Taman Bermain dan Bagaimana Cara Membantunya

Beberapa anak yang memiliki gangguan belajar dan konsentrasi dapat juga mengalami permasalahan dengan aturan, peralatan dan interaksi sosial di taman bermain.

Berikut ini adalah masalah anak di taman bermain yang umum dihadapi dan bagaimana membantu anak Anda megnaatasinya.

1. Bullying (Intimidasi atau Penindasan)

bullying

Anak-anak dengan gangguan belajar dan perhatian dapat menjadi target bullying.

Bullying berbeda dengan iseng menggoda karena tindakan tersebut biasanya diulang-ulang dan meningkat seiring waktu.

Intimidasi ini dapat mencakup pemanggilan nama, penghinaan, ancaman, pengucilan, dan bahkan sampai kekerasan fisik.

Cara membantu :

Posisikan diri Anda proaktif agar mudah didekati. Terkadang anak kita sendiri malu bercerita kepada kita mengenai apa yang terjadi dengan dirinya.

Jelaskan apa itu intimidasi dan pastikan anak Anda tahu bahwa ia dapat mendatangi Anda (atau seorang guru) jika ia mengalaminya atau melihatnya.

Katakan padanya tidak masalah untuk bercerita pada Anda jika dia merasa tidak aman atau tidak bisa membela dirinya sendiri.

2. Terlalu Agresif Kepada Anak Lain

terlalu-agresif

Anak-anak dengan gangguan belajar dan konsentrasi terkadang tidak memiliki kendali impuls dan kesulitan menyaring apa yang mereka katakan.

Mereka dapat mendorong  anak-anak lain, berlari tanpa memperhatikan sekitar atau tanpa sadar menghina.

Cara membantu :

Buat aturan dasar mengenai agresi fisik, sehingga sebelumnya anak Anda sudah mengetahui konsekuensi tindakan fisik.

Dorong dia untuk menggunakan verbal dibandingkan fisik dalam berkomunikasi.

Ingatkan anak Anda bahwa dipukul atau didorong itu sakit.

“Tidak benar memukul anak-anak lain. Jika Kamu ingin giliran memakai mainan, tanyakan saja, ‘Bisakah saya memakai mainannya?’

3. Menanggapi Kekalahan atau Kemenangan dalam Permainan

menanggapi-kemenangan

Anak-anak yang memiliki masalah dengan kontrol impuls dan pengaturan emosi, mereka dapat merasa senang ketika menang dalam permainan dan membuat anak-anak lain merasa buruk ketika kalah.

Demikian juga, mereka dapat benar-benar kesal ketika kalah dalam suatu pertandingan dan kemudian mendesak orang lain untuk berbuat curang.

Cara membantu :

Tekankan bahwa jika anak Anda membuat anak-anak lain merasa tidak enak, mereka tidak akan mau bermain dengannya lagi.

Ingatkan anak Anda bahwa taman bermain hanyalah permainan dan tidak apa-apa untuk merasa senang ketika menang, tetapi tidak boleh membuat orang lain merasa buruk.

Ajarkan kata-kata yang menunjukkan sportivitas yang baik, seperti “Permainan yang hebat!”

4. Tidak Mampu Menggunakan Alat Main

tidak-mampu-menggunakan-alat-main

Anak-anak dengan gangguan keterampilan motorik, seperti dyspraxia, mungkin mengalami kesulitan menggunakan peralatan bermain.

Tangga panjat, tiang monyet, ayunan dan bahkan perosotan memerlukan kemampuan untuk mengoordinasikan banyak gerakan tubuh yang berbeda.

Cara membantu :

Berlatih saat taman bermain sedang kosong. Anak Anda mungkin akan merasa lebih percaya diri ketika sedang tidak ada anak-anak lain.

Anda dapat membantunya menggunakan alat bermain selangkah demi selangkah.

Berlatihlah dari melakukan hal-hal atau permainan yang paling disukainya terlebih dahulu.

5. Tidak Mau Bergantian atau Mengikuti Arahan

bergiliran

Di taman bermain, anak-anak harus berbagi, bergiliran, dan berkomunikasi satu dengan yang lain.

Baik permainan kelompok atau yang permainan yang bergiliran, dapat menjadi sulit bagi anak-anak dengan gangguan belajar dan perhatian.

Malah ini jadi salah satu masalah anak di taman bermain yang paling umum.

Karena memperhatikan, memahami isyarat sosial dan memproses informasi dapat menjadi titik masalah bagi mereka.

Cara membantu :

Gunakan model permainan yang berpola giliran dan berbagi.

Latihlah bahasa yang perlu diketahui anak Anda, seperti “giliran mu,” “giliran ku” atau bahkan “dengarkan aku!”

Biarkan anak Anda tahu bahwa tidak apa-apa meminta tolong teman permainan atau guru untuk menjelaskan menjelaskan langkah permainan jika tidak langsung mengerti.

6. Tidak Ingin Bermain Dengan Anak Lain

tidak-ingin-bermain-dengan-anak-lain

Aktivitas bermain melibatkan keterampilan sosial. Ini termasuk berbagi, bergiliran, dan bergabung dalam percakapan.

Anak Anda mungkin tidak yakin bagaimana memulai percakapan atau bagaimana cara meminta untuk bergabung dengan suatu permainan.

Dia mungkin juga tidak mengerti ketika ada anak-anak lain mengundangnya untuk bermain.

Hal ini bisa menyulitkan untuk mengembangkan persahabatan.

Cara membantu :

Praktekkan apa yang dapat dikatakan anak Anda kepada anak lain.

“Hai, aku Budi. Siapa nama Kamu? “Dan” Apakah Anda ingin bermain ayunan bersama saya? ”

Anda juga dapat membantu anak Anda mencari tahu kapan boleh bergabung dalam permainan di taman bermain tanpa melulu bertanya.

7. Pengambilan Risiko pada Peralatan Bermain

perilaku-beresiko

Anak-anak dengan gangguan belajar dan perhatian dapat mengalami masalah dengan kontrol impuls dan dapat bertindak sebelum mereka berpikir.

Dan anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensorik mungkin tidak merasakan sakit seperti anak-anak lain.

Hal ini dapat mengakibatkan perilaku berisiko seperti melompat dari terlalu tinggi, berayun terlalu keras atau terlalu banyak bergaul dengan anak-anak lain.

Cara membantu :

Bicaralah dengan anak Anda tentang menahan diri, menarik napas dan berpikir sebelum dia bertindak.

Untuk mengurangi risiko terluka saat jatuh, kunjungi taman bermain yang memiliki pasir, serpihan kayu atau rumput sintetis.

Pastikan anak Anda diawasi. Baik oleh Anda, oleh guru, maupun oleh penjaga taman bermain.

8. Mengganggu, Bercanda atau Iseng Menggoda

bercanda-menggoda

Taman bermain adalah tempat bercanda yang umum bagi anak kecil.

Beberapa di antaranya memang iseng menggoda, seperti : “Wah, sepatu baru nih. Kenalan dulu dong. *diinjak.

Dan ada juga yang benar-benar menganggu : “Sepatu mu jelek banget. *diinjak”

Anak-anak dengan gangguan belajar dan perhatian dapat kesulitan mengetahui perbedaan antara keduanya.

Cara membantu :

Jelaskan perbedaan antara bercanda dan ramah mengganggu.

Perlihatkan kepada anak Anda bahasa tubuh, nada suara dan ekspresi wajah yang sesuai dengan masing-masingnya.

Anda juga dapat membantu anak Anda berlatih mengatakan hal-hal ketika dia digoda. Misalnya, “Saya tidak suka itu,” atau “Itu menyakiti perasaan saya.”

Seperti itulah beberapa masalah anak di taman bermain yang kerap ditemui anak berkebutuhan khusus maupun anak-anak biasa lain.

Semoga informasi ini bisa membantu para orang tua lebih perhatian dan dapat membantu buah hatinya dengan lebih baik.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *