Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Secara Efektif Tanpa Pusing

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Secara Efektif Tanpa Pusing

-advertisement-

Mungkin Anda pernah merasa bingung atau kewalahan melihat tingkah anak Anda yang hiperaktif, bergerak kesana kemari dan tak bisa sedikitpun untuk diam duduk manis. Simak dalam artikel ini cara mengatasi anak hiperaktif dengan efektif.

1. Jangan Batasi Anak Bermain

Anak yang terus bergerak aktif tanpa lelah, akan membuat orang tua yang menjaga dan mengawasinya merasa lelah. Karena itu tak sedikit pula orang tua yang menyuruh anaknya untuk diam duduk manis atau bahkan menghukumnya dengan melarangnya bermain.

Tapi, cara seperti diatas tidak tepat diterapkan pada anak hiperaktif. Karena selama anak tidak menghentikan sendiri aktivitasnya, dia masih punya sisa energi, dan jika energi tersebut tidak dikeluarkan, maka tingkat hiperaktif anak semakin meningkat.

Jadi, biarkan anak terus bermain dan beraktivitas sampai dia merasa lelah dan berhenti dengan sendirinya.

2. Bersikap Tegas Tapi Tidak Perlu Memarahinya

Bila ternyata dalam aktivitas atau bermainnya seorang anak hiperaktif sudah berlebihan diluar batas. Misalnya bila seorang anak hiperaktif merusak mainan atau benda di dalam rumah, Anda pun bisa bersikap tegas namun tidak perlu memarahinya.

Dekati anak Anda lalu pandang matanya dan arahkan juga pandangan matanya pada mata Anda, lalu berikan sugesti padanya. Katakan padanya bahwa perilakunya sudah berlebihan dan diluar batas.

Katakan juga padanya bahwa ekspresi senang saat berperilaku tidak baik itu dapat mengganggu sekitarnya.

3. Tunjukan Bahwa Apa Yang Ia Rasakan Anda Juga Turut Merasakannya

Saat anak Anda merasa gembira dan senang, tunjukan padanya bahwa Anda juga merasa gembira bila melihat ia gembira. Begitu pula saat anak merasa sedih tunjukan perhatian Anda.

Berikan  dukungan dan semangat padanya, sehingga ia akan merasa Anda peduli dan ini juga dapat membuat jalinan Anda dan buah hati makin kuat.

4. Turut Berinteraksi Dengan Anak

Meskipun anak hiperaktif lebih suka sibuk bermain sendiri, tapi cobalah perlahan Anda juga terlibat dan berinteraksi dengannya saat bermain tanpa harus mengejutkannya.

-advertisement-

5. Tunjukan Bahwa Anda Menghargainya

Usahakan untuk terus selalu memberikan kasih sayang dengan cara menghargai dan memberi pujian bila ia melakukan perbuatan baik. Bukan hanya sekedar mengatakan terima kasih saat ia membantu Anda, tapi sebutkan juga cara yang ia lakukan untuk membantu Anda.

Misalnya ucapkan kalimat “terima kasih sudah bantu bunda mencuci piring”, dengan begitu anak jadi tahu dan paham perbuatan apa saja yang termasuk baik.

6. Ajaklah Berolahraga dan Aktivitas Positif Lainnya

Pastikan anak Anda melakukan aktivitas yang baik di siang hari, seperti bermain, berjalan, melompat, atau berolahraga adalah aktivitas yang baik buat anak hiperaktif.

Aktivitas yang kuat di siang hari akan membuat kualitas tidurnya meningkat pada malam hari. Tapi perlu diingat, jangan biarkan ia beraktivitas berat menjelang waktu istirahatnya.

7. Berikan Mainan Bola Karet Bila Berada Dalam Situasi Ramai

Bola karet atau stress ball atau juga squishy bisa jadi mainan alternatif buat anak yang hiperaktif yang dapat Anda berikan padanya dalam situasi ramai. Mainan tersebut akan mengalihkan perhatiannya, dan mengurangi keinginannya untuk terus bergerak, karena membuatnya jadi fokus dengan mainan tersebut.

8. Kurangi Hal Yang Membuat Anak Tidak fokus Mengerjakan Tugas

Seorang anak yang hiperaktif biasanya tidak menyukai hal-hal yang membutuhkan konsentrasi, seperti dalam mengerjakan tugas PR, dan ini menjadi tantangan baginya.

Karena ia akan mudah terpancing untuk melakukan hal lain yang membutuhkan aktivitas fisik yang terus bergerak atau memainkan benda yang ada disekitarnya.

Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu memberikan ruangan khusus di rumah yang tidak ada mainan atau benda-benda yang bisa ia mainkan. Dengan begitu ia akan lebih mudah berkonsentrasi mengerjakan tugas sekolahnya.

Itulah tips cara mengatasi anak hiperaktif, pastikan selalu untuk tidak membatasi aktivitas anak hiperaktif selama tidak mengganggu dan membahayakan lingkungan sekitarnya. Semoga bermanfaat.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT
Latest posts by Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT (see all)

-advertisement-

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *