Apa Itu Terapi Okupasi? Apakah Berbeda Dengan Fisioterapi?

Apa Itu Terapi Okupasi? Apakah Berbeda Dengan Fisioterapi?

-advertisement-

Terapi okupasi (occupational therapy) bertujuan untuk mengembangkan kemampuan motorik, keseimbangan dan koordinasi tubuh. Terapi ini membantu orang yang mengalami kesulitan dengan aktivitas sehari-hari agar dapat hidup lebih mandiri.

Subjek utama terapi okupasi adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik, gangguan sensorik, gangguan kognitif, maupun orang dengan disabilitas.

Occupational therapy tidak terbatas bagi orang dewasa saja. Bagi anak-anak, terapi ini dapat mengembangkan keterampilan kognitif, kemampuan fisik, sensorik dan motorik. Hal-hal tersebut membantu mereka melakukan aktivitas harian baik di rumah atau di sekolah.

Ketika anak mampu menjalankan keterampilan dasar dengan baik, dia akan memiliki rasa pencapaian dalam menyelesaikan suatu tugas dan meningkatkan kepercayaan diri. Berikut adalah contoh aktivitas harian yang dimaksud:

  • Menulis atau menyalin tulisan
  • Memegang pensil
  • Menggunakan gunting
  • Menyisir rambut
  • Mengenakan baju
  • Melempar dan menangkap bola
  • Merapikan meja belajar
  • dll.

Kegiatan terapi okupasi merupakan program yang disusun spesifik bagi sang subjek. Semua jenis latihan ditujukan untuk membangun aspek atau kemampuan yang kurang kuat pada subjek.

Misal ada seorang anak kesulitan mengenakan pakaian sendiri dan harus selalu dibantu. Terapis yang menangani anak ini harus melakukan observasi terlebih dahulu, apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan sang anak.

Baru kemudian dia menyusun berbagai latihan yang berkenaan dengan berbagai teknik motorik dan pemanfaatan indra yang dapat membantu seorang anak mengenakan pakaian.

Misal sang anak kesulitan memahami dari mana dia harus mulai memakai baju. Sang terapis dapat menyusun aktivitas untuk mengenalkan pola pakaian yang dikenakan sehari-hari seperti gerakan memasukkan lengan baju, latihan memasukkan kancing, atau menggerakkan kaki untuk memakai celana.

Apa Bedanya Dengan Fisioterapi?

Terapi okupasi dan fisioterapi memang ditujukan untuk orang yang memiliki keterbatasan fisik, baik itu karena disabilitas maupun kecelakaan. Banyak orang bingung dengan kedua jenis terapi ini karena aktivitas dan maksud di belakangnya terlihat hampir sama.

Perbedaan yang menjadi garis bawah adalah tujuan utamanya. Fisioterapi fokus pada fungsi gerak tubuh dan mobillitas. Sedangkan terapi okupasi fokus pada kemandirian subjek. Occupational therapy bertujuan membantu subjek dapat hidup semandiri mungkin dalam melakukan aktivitas harian.

-advertisement-

Fisioterapi dapat membantu pemulihan cedera seseorang setelah kecelakaan. Terapi ini dapat terdiri dari latihan, pemijatan, dan teknik lain yang membantu pemulihan fungsi mobilitas orang tersebut. Fisioterapi juga dapat membantu sang pasien menghindari ketergantungan pada pengobatan dalam jangka panjang.

Terapi okupasi sendiri membantu seseorang yang memiliki keterbatasan untuk bisa hidup mandiri sejauh yang dia mampu. Aspek dasarnya memang (sama seperti fisioterapi) dapat mengembangkan fungsi motorik seperti berjalan, berdiri, duduk dan bangun dari tempat tidur. Namun fungsi dasar motorik ini dikhususkan pada aktivias harian seperti yang sudah disebutkan di atas.

Terapi okupasi tidak terbatas pada agar fungsi motorik dapat meningkat. Namun juga sangat mempertimbangkan aspek praktis. Segala hal seperti berlatih di lingkungan tinggal, membuat alat bantu untuk aktivitas harian, serta latihan menggunakan alat bantu tersebut adalah aspek penting pada occupational therapy.

Cukup spesifik bukan?

Siapa Yang Memperoleh Manfaat Terapi Okupasi

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mendapat manfaat dari terapi ini. Untuk anak-anak, berikut beberapa contoh kondisinya:

  • Keterlambatan tumbuh kembang anak
  • Pemulihan pasca operasi
  • Cidera karena luka bakar
  • Cacat lahir atau cidera proses kelahiran
  • Gangguan pemrosesan sensorik
  • Cidera traumatik (tulang belakang atau otak)
  • Gangguan mental dan perilaku
  • Gangguan pembelajaran
  • Autisme
  • Cidera tulang
  • dll.

Contoh di atas adalah sedikit dari banyak kondisi kasus yang ada. Anda dapat konsultasi terlebih dahulu pada dokter anak atau terapis mengenai kasus spesifik yang Anda miliki.

Kami dari Pusat Terapi Bermain memberikan pelayanan terapi okupasi di Jakarta dan Depok. Jika Anda membutuhkan konsultasi atau perawatan untuk buah hati Anda silakan hubungi kami di kontak yang tersedia.

Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT
Latest posts by Gheantisa Sagita Zuels, SST.OT (see all)

-advertisement-

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *