Hubungi Kami

Jam Layanan

Senin – Sabtu : 08.00 – 16.00

Si Kecil Belum Bisa Bicara? Cek 7 Penyebab Speech Delay Ini!

penyebab speech delay

Melihat Si Kecil hanya diam atau sekadar menunjuk saat anak seusianya sudah lancar bercerita tentu membuat Ayah Bunda cemas. Kekhawatiran ini sering kali berujung pada pencarian tentang apa sebenarnya penyebab speech delay yang sedang terjadi pada buah hati tercinta.

Bayangkan betapa frustasinya Si Kecil saat ia punya banyak keinginan, namun tidak tahu cara mengucapkannya. Jika hambatan ini dibiarkan, ia bisa saja tumbuh menjadi sosok yang menarik diri karena merasa tidak dipahami oleh lingkungannya. Kabar baiknya, memahami penyebab speech delay adalah kunci supaya kita bisa membantunya kembali berani bersuara dan percaya diri.

Baca Juga: Waspada! Ini Bahaya Speech Delay bagi Masa Depan Anak

Apa itu Speech Delay?

Secara sederhana, speech delay adalah kondisi di mana kemampuan seorang anak dalam memproduksi suara atau menyampaikan isi pikirannya tidak berkembang sesuai dengan grafik usia normal (milestone). Anak mungkin sudah bisa mengeluarkan suara, namun ia mengalami kesulitan dalam menghubungkan kata-kata tersebut menjadi kalimat utuh. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diperhatikan sesuai tahapan usia anak:

  • Usia 2 Tahun: Anak belum mampu mengucapkan setidaknya 25 kata atau masih kesulitan menyebutkan nama-nama benda sederhana di sekitarnya dengan benar.
  • Usia 2,5 Tahun: Sulit menggunakan frasa dua kata (kombinasi kata benda dan kerja) serta belum mampu menyebutkan nama anggota tubuhnya sendiri.
  • Usia 3 Tahun: Kosakata kurang dari 200 kata, ucapan sulit dipahami, dan belum bisa menyusun kalimat pendek.
  • Usia di atas 3 Tahun: Mengalami kemunduran (kehilangan kata yang sebelumnya sudah bisa diucapkan) atau tidak mampu menyebutkan nama lengkapnya sendiri saat ditanya.

Penyebab Anak Speech Delay

Ada berbagai faktor kompleks yang mendasari mengapa kemampuan bicara seorang anak terlambat. Berikut adalah 7 hal utama penyebab speech delay yang perlu Ayah Bunda pahami supaya dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.

1. Kurang Stimulasi Bahasa

penyebab speech delay

Anak belajar berbicara dengan cara meniru apa yang ia sering dengar. Jika di rumah jarang ada interaksi atau percakapan dua arah, otak anak tidak mendapatkan cukup bahan untuk diolah menjadi kata-kata. Ini adalah salah satu penyebab speech delay yang paling sering terjadi karena kesibukan orang tua.

  • Anak jarang diajak mengobrol atau sekadar bercerita tentang aktivitas seharian.
  • Terlalu sering menebak keinginan anak (seperti langsung memberi minum saat anak menunjuk) tanpa memintanya bicara.
  • Kurangnya kebiasaan membacakan buku cerita yang penuh warna dan kosa kata baru.
  • Lingkungan rumah yang cenderung pasif tanpa banyak suara atau nyanyian.

2. Gangguan Pendengaran

Jika Si Kecil tidak mendengar suara dengan jelas, otomatis ia akan kesulitan untuk meniru kosa kata yang diucapkan orang di sekitarnya. Tanpa input suara yang jernih, otak anak tidak bisa memproses bagaimana cara memproduksi bunyi bahasa yang tepat. Hal inilah yang menjadikan masalah pendengaran sebagai faktor fisik yang sangat krusial sebagai penyebab speech delay.

  • Adanya penumpukan cairan atau infeksi telinga kronis yang menghambat getaran suara masuk ke telinga dalam.
  • Riwayat infeksi TORCH pada ibu saat masa kehamilan yang berisiko merusak saraf pendengaran janin.
  • Faktor bawaan lahir (kongenital) yang memengaruhi fungsi organ pendengaran sejak Si Kecil dilahirkan.
  • Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu yang berdampak pada kesehatan indra pendengaran anak.

3. Masalah Struktur Mulut & Fungsi Oromotor

penyebab speech delay

Terkadang, hambatan bicara bukan berasal dari daya tangkap anak, melainkan karena kendala fisik pada organ bicaranya. Jika struktur mulut atau koordinasi otot rahang dan lidah terganggu, Si Kecil akan kesulitan memproduksi bunyi huruf yang jelas meskipun ia tahu apa yang ingin diucapkan. Kendala biologis inilah yang sering menjadi penyebab speech delay karena menghambat kematangan fungsi motorik halus di area mulut.

  • Kondisi tongue-tie atau tali lidah pendek yang membatasi gerakan ujung lidah untuk menyentuh langit-langit mulut.
  • Kelainan struktur fisik seperti bibir sumbing atau celah pada langit-langit (cleft palate) yang memicu kebocoran udara saat bersuara.
  • Gangguan koordinasi saraf pusat yang menghambat pengiriman sinyal gerakan dari otak ke otot-otot wajah.
  • Kekakuan atau kelemahan otot rahang (hipotonia) yang membuat artikulasi kata menjadi tidak sempurna atau sulit dipahami.

4. Gangguan Spektrum Autisme (ASD)

penyebab speech delay

Pada kondisi ini, keterlambatan bicara bukan sekadar masalah teknis mengeluarkan suara, melainkan hambatan dalam memproses fungsi bahasa untuk berinteraksi dengan orang lain. Memahami kaitan autisme sebagai penyebab speech delay membantu Ayah Bunda memberikan dukungan yang lebih spesifik pada kemampuan sosialnya.

  • Kesulitan dalam memahami isyarat sosial, seperti kontak mata, ekspresi wajah, atau nada bicara lawan bicara.
  • Adanya kecenderungan ekolalia, yaitu perilaku mengulang-ulang kata atau kalimat yang didengar tanpa memahami maknanya.
  • Hambatan dalam menggunakan bahasa secara fungsional, seperti kesulitan memulai percakapan atau merespons sapaan orang lain.
  • Penggunaan gestur yang tidak sinkron dengan ucapan, atau bahkan tidak menggunakan bahasa tubuh sama sekali saat berkomunikasi.

5. Gangguan Saraf & Otak

Sistem saraf pusat merupakan pusat komando yang mengatur bagaimana otak mengirimkan sinyal gerakan ke otot bicara. Jika terdapat gangguan pada jalur neurologis ini, Si Kecil akan kesulitan mengubah pikiran menjadi ucapan yang terstruktur. Faktor kesehatan saraf pusat ini sering menjadi penyebab speech delay yang bersifat medis karena memengaruhi pemrosesan bahasa di otak secara mendalam.

  • Riwayat kelahiran dengan berat badan rendah (BBLR) atau prematur yang memengaruhi kematangan sel saraf otak.
  • Kondisi medis seperti cerebral palsy yang menghambat kemampuan otak dalam mengoordinasikan otot-otot di area wajah.
  • Dampak dari gangguan kognitif atau intelektual yang memicu keterlambatan dalam memproses informasi kosa kata baru.
  • Adanya riwayat medis seperti kejang berulang atau radang otak yang pernah dialami Si Kecil pada masa awal pertumbuhan.

6. Paparan Screen Time Berlebihan

Terlalu banyak bermain gadget atau menonton televisi sebelum anak bisa bicara adalah penyebab yang kian marak, karena aktivitas ini bersifat komunikasi satu arah. 

  • Kurangnya frekuensi interaksi sosial secara langsung karena perhatian anak sepenuhnya terserap oleh stimulasi visual dari gawai.
  • Terhentinya proses belajar bicara alami karena anak tidak mendapatkan umpan balik verbal dari video yang ditontonnya.
  • Hilangnya momen bermain eksploratif dan sensorik yang sangat krusial untuk membangun koneksi saraf bahasa di otak.
  • Paparan konten video yang terlalu cepat sehingga anak kesulitan membedakan dan meniru bunyi kata dalam kehidupan nyata.

7. Faktor Genetik/Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga ini menjadi acuan penting untuk melacak penyebab speech delay yang bersifat bawaan atau keturunan. Jika ada anggota keluarga inti yang memiliki riwayat terlambat bicara, kemungkinan Si Kecil mengalami tantangan serupa akan jauh lebih tinggi. 

  • Adanya riwayat gangguan bahasa spesifik dalam keluarga, seperti disleksia (sulit membaca) atau keterlambatan bicara pada masa kecil.
  • Kecenderungan genetik yang memengaruhi kecepatan kematangan area Broca dan Wernicke di otak yang mengatur fungsi bicara.
  • Faktor biologis bawaan yang membuat ambang batas pendengaran atau pemrosesan bunyi di otak berbeda sejak lahir.
  • Adanya pola pertumbuhan bahasa yang memang cenderung lambat (late bloomers) yang diwariskan dalam silsilah keluarga besar.

Baca Juga: Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Terapi Wicara Anak

Optimalkan Komunikasi di Pusat Terapi Wicara

Memahami setiap penyebab speech delay secara mendalam adalah bentuk proteksi dini Ayah Bunda bagi masa depan cerah Si Kecil. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki potensi hebat untuk berkembang, asalkan mereka mendapatkan penanganan dan stimulasi yang tepat di waktu yang tepat pula.

Bagi Ayah Bunda yang ingin memberikan dukungan lebih maksimal, kami di Pusat Terapi Bermain siap mendampingi perjalanan tumbuh kembang Si Kecil melalui Layanan Terapi Wicara. Kami percaya bahwa setiap anak itu unik, itulah sebabnya setiap program terapi kami dirancang secara individual (one by one) untuk memastikan perkembangan yang optimal sesuai dengan kebutuhan spesifik buah hati tercinta.

Hubungi Kami Untuk Konsultasi:

Amankan kuota terapi untuk Si Kecil hari ini, karena setiap detik di usia emasnya adalah peluang yang tidak boleh terlewatkan!

Scroll to Top