Hubungi Kami

Jam Layanan

Senin – Sabtu : 08.00 – 16.00

5 Cara Terapi Wicara untuk Anak Autis yang Wajib Kamu Tahu!

Cara Terapi Wicara untuk Anak Autis

Autisme bukanlah sebuah hambatan untuk berkomunikasi, melainkan perbedaan cara otak dalam memproses informasi dan berinteraksi. Kondisi neurobiologis ini sering kali membuat Si Kecil memiliki bahasa sendiri yang sulit dipahami lingkungan, sehingga ia merasa terisolasi.

Memahami keunikan spektrum ini menjadi fondasi penting sebelum kita memilih cara terapi wicara untuk anak autis mana yang paling efektif. Dengan strategi yang tepat, kita bisa membantu Si Kecil menyampaikan keinginannya tanpa harus merasa frustasi lagi setiap harinya.

Baca Juga: Cara Mendampingi dan Mengatasi Anak Penderita Autisme

Cara Terapi Wicara Untuk Anak Autis

Untuk menjembatani perbedaan cara kerja otak tersebut, para ahli telah mengembangkan berbagai pendekatan teknis yang bisa disesuaikan dengan karakter anak. Berikut adalah tujuh cara terapi wicara untuk anak autis yang paling banyak direkomendasikan karena keefektivitasannya dalam membangun komunikasi.

1. Metode Applied Behavior Analysis (ABA) – Verbal Behavior (VB)

Cara Terapi Wicara untuk Anak Autis

Metode ABA-VB fokus pada penguatan perilaku positif untuk mendorong kemampuan berkomunikasi secara fungsional pada Si Kecil. Pendekatan ini tidak hanya mengajarkan anak untuk menyebutkan nama benda, tetapi juga memahami fungsi dari kata-kata tersebut melalui empat pilar utama:

  • Echoic (Meniru): Tahap awal di mana Si Kecil diajak meniru bunyi atau kata.
  • Mand (Meminta): Mengajarkan anak bahwa kata adalah alat untuk mendapatkan keinginannya (misal: mengatakan kata “Susu” ketika haus).
  • Tact (Melabel): Melatih anak menyebutkan benda yang ia lihat (misal: melihat bola, lalu ketika ia berkata “Bola”, berikan pujian).
  • Intraverbal (Menjawab): Tahap percakapan di mana anak mampu merespons pertanyaan (misal: saat ditanya “Tadi pagi minum apa?”, menjawab “Susu”).

Dalam penerapan cara terapi wicara untuk anak autis ini, terapis atau orang tua akan menggunakan motivasi alami anak sebagai pemicu utama. Prosesnya dilakukan secara berulang dengan memberikan imbalan (reward) berupa pujian atau mainan kesukaan saat anak berhasil merespons dengan benar. Ayah Bunda juga bisa mempraktikkan teknik ini di rumah dengan cara memberikan pilihan objek secara konsisten.

2. Picture Exchange Communication System (PECS)

Cara Terapi Wicara untuk Anak Autis

Selain pendekatan verbal, cara terapi wicara untuk anak autis yang juga sangat efektif adalah PECS. Metode ini menggunakan simbol atau gambar sebagai alat komunikasi utama, terutama bagi anak yang belum mampu berkomunikasi secara lisan. Penerapan metode PECS dilakukan secara sistematis melalui enam fase perkembangan:

  • Fase 1: Anak belajar menukar gambar tunggal dengan benda yang diinginkan. Fokusnya adalah memahami bahwa gambar bisa “membeli” sesuatu.
  • Fase 2: Anak belajar membawa gambar tersebut ke orang dewasa yang berada di jarak agak jauh atau di ruangan berbeda untuk tetap berkomunikasi.
  • Fase 3: Anak mulai belajar memilih satu gambar spesifik di antara banyak pilihan gambar (misal: memilih gambar “Bola” di antara pilihan gambar lainnya).
  • Fase 4: Anak belajar menyusun kalimat sederhana di papan komunikasi dengan menggabungkan gambar “Saya mau” dan gambar benda yang diinginkan.
  • Fase 5: Anak mulai menggunakan gambar untuk menjawab pertanyaan sederhana seperti, “Kamu mau apa?”
  • Fase 6: Tahap akhir di mana anak tidak hanya meminta, tapi bisa memberikan komentar terhadap lingkungan, seperti “Saya melihat pesawat”.

3. Early Start Denver Model (ESDM)

 

cara terapi wicara untuk anak autis

ESDM adalah metode yang menggabungkan metode ABA dengan dengan kegiatan bermain untuk balita usia 12 hingga 48 bulan. Dalam mempraktikkan cara terapi wicara untuk anak autis ini, terapis atau orang tua tidak memaksa anak untuk duduk diam. Melainkan masuk ke dalam dunia bermain Si Kecil untuk memaksimalkan perkembangan otak di masa emasnya.

  • Joint Attention: Tahap pertama adalah mengikuti apa yang sedang dilihat anak. Jika Si Kecil sedang asyik memperhatikan semut, jangan ajak dia melihat yang lain. Ayah Bunda harus ikut jongkok dan memperhatikan semut itu juga agar anak merasa keberadaannya dihargai.
  • Shared Affect: Pastikan suasana bermain selalu ceria. Gunakan ekspresi wajah yang lucu dan suara yang bersemangat. Misalnya, saat anak berhasil menumpuk mainan, berikan tepuk tangan heboh. Rasa senang inilah yang akan memancing anak untuk mau mengeluarkan suara.
  • Reciprocal Imitation: Cobalah meniru apa yang anak lakukan. Jika anak memukul meja, Ayah Bunda ikut memukul meja. Setelah itu, buat gerakan baru yang sederhana, misalnya menaruh tangan di atas kepala. Tunggu sebentar untuk melihat apakah anak mau mengikuti gerakan kita. Ini adalah cara melatih anak merespons orang lain.
  • Memancing Komunikasi dalam Mainan: Gunakan mainan favorit untuk memancing anak berbicara. Contohnya saat bermain ayunan, tahan ayunannya sebentar di posisi atas. Jangan ayunkan dulu sampai anak memberikan kode, minimal dengan menatap mata atau mengeluarkan bunyi suara pendek. Begitu ada kode, langsung ayunkan kembali sebagai hadiahnya.

4. Floortime (DIR Model)

Cara Terapi Wicara untuk Anak Autis

Metode floortime fokus membangun kedekatan emosional dengan cara mengikuti minat atau apa pun yang sedang disukai Si Kecil. Dalam menerapkan cara terapi wicara untuk anak autis ini, kuncinya adalah membiarkan anak memimpin permainan sementara Ayah Bunda berperan sebagai mitra bermain yang suportif. Praktik utamanya adalah menciptakan lingkaran komunikasi melalui langkah berikut:

  • Ayah Bunda ikut duduk di lantai dan melakukan apa yang anak lakukan. Jika anak memutar roda mobil, ikutlah memutar roda tersebut sambil memberikan narasi suara sederhana seperti “ngeng-ngeng”.
  • Berikan aksi yang memicu reaksi anak. Misalnya, tutup sedikit jalan mobilnya dengan tangan. Saat anak menyingkirkan tangan Anda atau menatap Anda, satu lingkaran komunikasi telah terbentuk.
  • Tambahkan tantangan supaya anak berpikir. Jika anak menyusun balok, sembunyikan baloknya supaya anak mencari atau meminta bantuan kepada Anda.

Teknik ini membantu anak memperluas perhatiannya tanpa merasa ditekan. Kemampuan bahasa akan meningkat secara alami seiring menguatnya ikatan emosional antara Ayah Bunda dengan Si Kecil.

5. TEACCH (Structured Teaching)

 

TEACCH mengandalkan pengaturan ruangan dan jadwal agar anak merasa tenang karena tahu apa yang akan terjadi. Dalam cara terapi wicara untuk anak autis ini, lingkungan yang teratur membantu Si Kecil lebih fokus belajar berkomunikasi tanpa merasa cemas. Ayah Bunda bisa menata aktivitas di rumah dengan langkah berikut:

  • Papan Jadwal Gambar: Pasang urutan kegiatan harian dalam bentuk foto atau simbol. Misalnya, gambar orang makan diikuti gambar orang mandi. Ini membuat anak paham urutan waktu tanpa penjelasan panjang.
  • Pembagian Zona Ruangan: Berikan batas jelas untuk setiap area. Meja kayu untuk makan, sementara area karpet untuk bermain. Penataan ini membantu anak mengerti kapan waktu serius dan kapan waktu bersantai.
  • Instruksi Kata Pendek: Sampaikan perintah hanya dengan satu atau dua kata sambil menunjuk benda atau gambarnya. Cara ini menghindarkan anak dari kebingungan akibat terlalu banyak mendengar kalimat yang rumit.
  • Sistem Kerja Mandiri: Siapkan kotak-kotak tugas yang bisa diselesaikan anak sendiri. Saat anak sudah mandiri dan lingkungan terasa teratur, energi mereka bisa dialihkan sepenuhnya untuk belajar berbicara.

Baca Juga: Kapan Saat yang Tepat untuk Membawa Anak Terapi?

Konsultasikan Tumbuh Kembang Si Kecil di Pusat Terapi Bermain

Setiap anak tumbuh dengan garis waktu yang berbeda, namun memberikan stimulasi yang tepat melalui cara terapi wicara untuk anak autis sejak dini adalah investasi terbaik bagi masa depannya. Memilih metode yang pas membutuhkan kesabaran, observasi mendalam, serta pendampingan dari tenaga profesional yang memahami kondisi unik Si Kecil secara menyeluruh dan personal.

Jika Ayah Bunda ingin memberikan dukungan terbaik, segera kunjungi Layanan Terapi Wicara dari Pusat Terapi Bermain yang menyediakan program komprehensif bagi anak. Kami memahami bahwa setiap anak spesial, sehingga program terapi dirancang secara individual (one by one) untuk membantu anak berkembang lebih optimal sesuai kebutuhannya masing-masing. Hubungi cabang terdekat untuk berdiskusi lebih jauh. 

Mari mulai perjalanan hebat Si Kecil hari ini, ambil keputusan terbaik demi masa depan gemilangnya!

Scroll to Top