![]()
Banyak orang tua merasa bingung saat Si Kecil sudah mengenal banyak benda namun jarang menggunakannya untuk berinteraksi. Anak mungkin hafal nama mainan saat ditanya, tetapi mereka tetap diam ketika benar-benar ingin memainkannya. Kondisi inilah yang membuat terapi verbal behavior menjadi penting untuk melatih kemandirian anak dalam menyampaikan keinginan. Kita fokus mengubah kosa kata pasif menjadi alat komunikasi aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan bicara yang efektif sebenarnya bergantung pada bagaimana anak memahami fungsi dari setiap kata tersebut. Saat anak menyadari bahwa satu kata bisa mewujudkan keinginan mereka, motivasi untuk berbicara akan meningkat. Proses ini memindahkan fokus belajar dari sekadar menyebutkan gambar menuju interaksi sosial yang lebih nyata dan bermakna.
Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Terapi Behavior untuk Si Kecil
Apa Itu Terapi Verbal Behavior?
Terapi verbal behavior merupakan sebuah metode intervensi yang berlandaskan pada teori terapi perilaku milik B.F. Skinner mengenai bahasa. Terapi ini tidak melihat bahasa sebagai daftar benda yang harus dihafal oleh Si Kecil. Fokusnya justru terletak pada pemahaman anak bahwa setiap suara yang mereka buat bisa menghasilkan sesuatu. Pendekatan ini membantu anak untuk menghubungkan antara kata-kata dengan manfaat yang akan mereka terima.
Anak diajarkan untuk menghubungkan antara suara yang mereka keluarkan dengan hasil yang didapatkan. Saat Si Kecil ingin kue, mereka belajar bahwa dengan menyebutkan kata “kue”, maka keinginan akan kue itu terwujud. Hal ini membuat komunikasi menjadi lebih efisien karena anak tahu cara mendapatkan apa yang sedang mereka inginkan.
Apa Saja Manfaat Terapi Verbal Behavior?
Perubahan paling nyata terlihat saat Si Kecil mulai menggunakan kata-kata untuk menggantikan perilaku yang sulit dimengerti. Melalui terapi VB ini, Ayah Bunda akan melihat kemajuan pada kemandirian anak dalam berinteraksi dengan lingkungan setiap harinya seperti,
- Menurunkan frekuensi tantrum karena anak memiliki cara efektif untuk meminta sesuatu tanpa perlu marah.
- Meningkatkan kemandirian anak dalam memenuhi kebutuhan dasar melalui interaksi lisan yang lebih aktif.
- Mempertajam kemampuan anak untuk membedakan berbagai objek berdasarkan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.
- Membangun fondasi komunikasi dua arah yang lebih terstruktur saat anak mulai merespon lawan bicara.
- Memperbaiki kualitas interaksi sosial anak karena mereka memahami cara dasar untuk memulai sebuah percakapan.
Jenis Komunikasi dalam Terapi Verbal Behavior
Setiap proses belajar dalam metode ini dibagi menjadi beberapa bagian kecil agar perkembangan anak lebih terpantau. Melalui terapi verbal jenis ini, Si Kecil diajarkan untuk menggunakan bahasa sebagai alat untuk meminta, bercerita, hingga menjawab pertanyaan orang lain.
1. Belajar Meminta Sesuatu (Mands)

Bagian ini merupakan langkah paling awal karena berfokus pada hal yang sedang paling diinginkan oleh anak. Dalam terapi verbal behavior, kemampuan meminta atau mands diajarkan agar anak bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan saat itu. Fokus utamanya adalah membangun hubungan antara suara yang dikeluarkan dengan benda nyata yang diterima oleh anak secara langsung. Hal ini secara otomatis meningkatkan motivasi Si Kecil untuk bicara karena manfaatnya bisa langsung mereka rasakan sendiri.
Ayah Bunda bisa melatih ini dengan cara menjauhkan mainan atau makanan yang disukai anak. Biarkan anak berusaha mengeluarkan satu kata atau suara yang tepat sebelum benda tersebut diberikan sebagai hadiah. Latihan sederhana ini membantu anak menyadari bahwa bicara adalah cara paling efektif untuk mendapatkan bantuan tanpa perlu menangis.
2. Belajar Mengenal dan Memberi Nama (Tacts)

Kemampuan melabeli atau tacts berkaitan dengan cara anak memberikan informasi tentang benda yang mereka lihat atau dengar. Pada tahap ini, Si Kecil diajarkan untuk menyebutkan nama sebuah objek tanpa harus ada keinginan untuk memilikinya. Terapi verbal behavior menekankan pentingnya pengenalan lingkungan sekitar agar perbendaharaan kata yang dimiliki anak menjadi lebih luas. Anak belajar untuk berbagi pengalaman sederhana dengan orang tua melalui pengamatan terhadap berbagai benda di rumah.
Penerapannya bisa dilakukan saat Ayah Bunda sedang mengajak anak berjalan-jalan santai di taman atau sekitar lingkungan rumah. Tunjuklah sebuah benda yang menarik perhatian anak, lalu biarkan mereka menyebutkan namanya dengan pelafalan yang sejelas mungkin. Berikan pujian atau senyuman hangat setiap kali anak berhasil mengenali sebuah objek baru dengan benar sebagai bentuk dukungan.
3. Belajar Menirukan Suara (Echoics)

Menirukan ucapan orang lain atau echoics adalah fondasi utama agar anak bisa belajar memproduksi bunyi kata yang benar. Dalam penerapan terapi verbal behavior, kemampuan meniru ini dilatih agar otot bicara anak terbiasa membentuk struktur suara tertentu. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap ucapan yang keluar nantinya bisa dipahami dengan jelas oleh orang-orang di sekitarnya. Menirukan merupakan cara paling cepat bagi anak untuk menambah kosa kata baru sebelum mereka mampu menggunakannya secara mandiri.
Ayah Bunda dapat mengajak anak bermain dengan cara menirukan bunyi hewan atau kata-kata sederhana yang nadanya terdengar menarik. Gunakanlah ekspresi wajah yang jelas agar Si Kecil bisa memperhatikan gerakan bibir saat sebuah kata sedang diucapkan. Tidak perlu menuntut kesempurnaan pelafalan di awal karena kemauan anak untuk mencoba mengeluarkan suara jauh lebih berharga.
4. Belajar Menjawab dan Mengobrol (Intraverbals)

Tahap ini melibatkan interaksi dua arah karena anak harus merespon ucapan orang lain tanpa bantuan benda yang terlihat. Kemampuan intraverbals dalam terapi verbal behavior melatih anak untuk menjawab pertanyaan atau melengkapi kalimat yang sedang diucapkan orang lain.
Contoh sederhananya adalah saat anak bisa menjawab pertanyaan mengenai nama mereka atau melengkapi lirik lagu favorit bersama. Ini menjadi tanda bahwa anak sudah mulai memahami makna di balik sebuah percakapan sosial yang sedang berlangsung.
Ayah Bunda bisa melatih bagian ini melalui obrolan ringan saat sedang bersantai atau menjelang waktu tidur anak di malam hari. Cobalah untuk memberikan pertanyaan pancingan yang membuat anak memberikan respon lisan yang sesuai dengan konteks pembicaraan tersebut. Selain mengasah daya ingat, aktivitas ini juga melatih konsentrasi anak agar tetap fokus pada apa yang sedang dibicarakan lawan bicara.
5. Belajar Mengikuti Instruksi (Listener Responding)

Fokus utama di sini adalah melatih pemahaman anak terhadap bahasa yang disampaikan oleh orang lain tanpa mereka harus bicara. Kemampuan ini menunjukkan bahwa Si Kecil mampu memproses informasi dan mengikuti perintah sederhana dengan benar sesuai arahan. Dalam terapi verbal behavior, respon pendengar sangat penting untuk melatih kedisiplinan serta pemahaman anak terhadap aturan di lingkungan mereka.
Cobalah berikan perintah yang menyenangkan seperti meminta anak mengambilkan sepatu mereka sendiri atau menunjuk anggota tubuh yang disebutkan. Pastikan instruksi yang diberikan singkat dan jelas agar anak tidak merasa bingung dengan terlalu banyak kosa kata yang sulit. Berikan apresiasi atau pelukan jika anak berhasil melakukan perintah tersebut dengan tepat sebagai bentuk penguatan motivasi belajarnya.
Baca Juga: Stop Marahi Anak! Gunakan Teknik Terapi Behavior Ini!
Tingkatkan Kemampuan Verbal Si Kecil Melalui Layanan Terapi Behavior dari Pusat Terapi Bermain
Terapi verbal behavior merupakan salah jenis terapi yang mengalihkan fokus dari sekadar jumlah hafalan kata menuju pemahaman fungsi bahasa yang nyata. Metode ini melatih anak agar bisa menggunakan kosa kata untuk meminta, bercerita, dan berinteraksi secara mandiri. Dengan pola yang terukur, hambatan komunikasi anak dapat diatasi melalui penguatan motivasi yang tepat sasaran.
Mendampingi anak dengan hambatan bicara memerlukan strategi yang spesifik dan terencana. Layanan Terapi Behavior dari Pusat Terapi Bermain menyediakan pendampingan profesional 1 on 1 untuk menyusun program belajar yang sesuai dengan kebutuhan unik Si Kecil. Konsultasikan tumbuh kembang Si Kecil untuk mulai membangun fondasi komunikasi yang lebih efektif bersama Pusat Terapi bermain.
Yuk segera hubungi cabang terdekat kami
- Grand Depok City: 0813-1339-3636
- Sawangan: 0821-2242-1616
- Karawaci: 0852-1236-1717
- Cibinong: 0852-1236-1717
- Kebagusan: 0813-1339-2626