Hubungi Kami

Jam Layanan

Senin – Sabtu : 08.00 – 16.00

Playdough Buatan Sendiri – Bagaimana Caranya?

Playdough Buatan Sendiri

Playdough buatan sendiri menjadi salah satu media bermain yang mudah dibuat di rumah dan memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Selain menggunakan bahan-bahan yang sederhana, membuat playdough bersama juga dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk mempererat interaksi antara orang tua dan Si Kecil. Anak tidak hanya menikmati proses bermain, tetapi juga belajar mengenal tekstur, warna, bentuk, dan melatih kreativitasnya.

Di balik keseruannya, playdough buatan sendiri juga sering dimanfaatkan sebagai media stimulasi dalam berbagai aktivitas terapi anak. Bermain playdough dapat membantu melatih kekuatan otot tangan, koordinasi jari, kemampuan sensori, hingga keterampilan yang mendukung aktivitas menulis. Oleh karena itu, permainan ini dapat menjadi pilihan aktivitas edukatif yang dilakukan secara rutin di rumah.

Mengapa Bermain Playdough Bermanfaat bagi Anak?

Playdough memberikan pengalaman bermain yang melibatkan berbagai indera sekaligus. Saat meremas, menggulung, menekan, atau membentuk adonan, anak belajar mengkoordinasikan gerakan tangan dan jari sambil mengeksplorasi tekstur yang berbeda. Aktivitas tersebut membantu meningkatkan kemampuan motorik halus yang penting untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Selain melatih kemampuan fisik, bermain playdough juga mengembangkan kreativitas, imajinasi, kemampuan memecahkan masalah, serta komunikasi ketika anak diajak berdiskusi mengenai bentuk yang sedang dibuat. Karena sifatnya yang fleksibel, permainan ini dapat disesuaikan dengan usia maupun kemampuan masing-masing anak.

Bahan yang Perlu Disiapkan untuk Membuat Playdough

Membuat playdough di rumah tidak memerlukan bahan yang sulit ditemukan. Ayah Bunda dapat menggunakan bahan-bahan sederhana yang umumnya tersedia di dapur sehingga aktivitas ini menjadi lebih praktis dan ekonomis. Bahan yang dapat disiapkan antara lain:

  • 2 cangkir tepung terigu.
  • 1 cangkir garam halus.
  • 1 sendok makan minyak goreng.
  • 1 sendok makan krim tartar (opsional agar lebih elastis).
  • Air hangat secukupnya.
  • Pewarna makanan sesuai selera.
  • Wadah untuk mencampur adonan.

Baca juga: Anak Tidak Ada Kemajuan Setelah Terapi? Apa Penyebabnya?

Cara Membuat Playdough Buatan Sendiri

Selain mudah dibuat, proses pembuatan playdough juga dapat menjadi bagian dari aktivitas belajar anak. Libatkan Si Kecil sesuai kemampuannya agar ia dapat mengenal bahan, warna, dan proses sederhana dalam membuat adonan.

1. Campurkan Semua Bahan Kering Terlebih Dahulu

Playdough Buatan Sendiri

Langkah pertama dalam membuat playdough buatan sendiri adalah mencampurkan seluruh bahan kering seperti tepung terigu, garam, dan krim tartar ke dalam satu wadah. Aduk semua bahan hingga tercampur secara merata agar tekstur playdough yang dihasilkan lebih lembut dan mudah dibentuk. Proses sederhana ini juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenal berbagai bahan melalui pengalaman langsung.

Ayah Bunda dapat mengajak Si Kecil ikut membantu menuangkan bahan atau mengaduk adonan sesuai dengan kemampuannya. Aktivitas tersebut bukan hanya membuat anak merasa terlibat dalam permainan, tetapi juga melatih koordinasi tangan, kemampuan mengikuti instruksi, serta fokus dalam menyelesaikan suatu tahapan kegiatan. Bagi anak yang membutuhkan stimulasi tambahan, aktivitas seperti ini dapat menjadi latihan sederhana untuk meningkatkan kemandirian.

2. Tambahkan Air dan Minyak Secara Bertahap

Playdough Buatan Sendiri

Setelah bahan kering tercampur, tambahkan minyak dan air hangat sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Hindari menuangkan seluruh air sekaligus agar tekstur adonan lebih mudah dikontrol. Apabila adonan masih terlalu kering, tambahkan sedikit air hingga mencapai tekstur yang diinginkan.

Proses menguleni playdough memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam melatih kekuatan otot tangan dan jari. Gerakan meremas, menekan, dan menggulung adonan membantu meningkatkan kemampuan motorik halus yang nantinya mendukung aktivitas seperti memegang pensil, mengancingkan pakaian, atau menggunakan alat makan. 

3. Berikan Pewarna Makanan Sesuai Keinginan

Playdough Buatan Sendiri

Setelah campuran mencapai konsistensi yang diinginkan, tahap selanjutnya adalah menambahkan pewarna makanan supaya playdough tampak lebih menarik. Ayah Bunda dapat membuat beberapa warna berbeda atau membiarkan Si Kecil memilih warna yang ingin digunakan. Melibatkan anak dalam proses memilih warna dapat membuatnya merasa lebih memiliki terhadap permainan yang dibuat.

Aktivitas mencampurkan warna juga dapat menjadi media untuk mengenalkan berbagai konsep dasar kepada anak. Misalnya, orang tua dapat mengenalkan nama-nama warna, mengajak anak membandingkan warna terang dan gelap, atau mencoba mencampurkan dua warna untuk melihat hasilnya. Kegiatan yang mudah ini berperan dalam meningkatkan keterampilan berpikir serta minat anak untuk mengetahui lebih banyak.

4. Simpan Playdough dengan Cara yang Tepat

Setelah selesai bermain, penting bagi Ayah Bunda untuk menyimpan playdough dengan cara yang benar agar dapat digunakan kembali. Masukkan adonan ke dalam wadah tertutup atau plastik yang rapat untuk menjaga kelembapan dan teksturnya tetap baik. Penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga kebersihan sehingga playdough tetap aman digunakan saat sesi bermain berikutnya.

Mengajak anak merapikan dan menyimpan mainannya juga menjadi bagian dari latihan kemandirian. Anak dapat belajar bahwa setiap aktivitas memiliki awal dan akhir, termasuk membereskan perlengkapan setelah bermain. Kebiasaan sederhana ini membantu membangun rasa tanggung jawab sejak dini.

5. Ajak Anak Berkreasi dengan Berbagai Bentuk

Ketika playdough sudah siap dimainkan, biarkan Si Kecil mengeksplorasi berbagai bentuk sesuai imajinasinya. Anak dapat membuat bentuk sederhana seperti bola, garis, hewan, makanan, kendaraan, atau objek yang ada di sekitarnya. Tidak perlu terlalu fokus pada hasil akhir, karena proses menciptakan bentuk tersebut merupakan bagian penting dari stimulasi perkembangan anak.

Saat anak membentuk playdough, kemampuan motorik halus, kreativitas, dan koordinasi mata-tangan ikut terlatih. Gerakan mencubit, menggulung, menekan, atau menyatukan bagian kecil playdough membantu memperkuat otot jari yang dibutuhkan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Aktivitas ini juga dapat menjadi latihan persiapan sebelum anak belajar menulis.

Baca juga: Melatih Kemandirian Anak ABK – Bagaimana Caranya?

Ide Aktivitas Bermain Menggunakan Playdough

Playdough dapat dimanfaatkan dalam berbagai permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Variasi permainan membuat anak tidak mudah bosan sekaligus memperoleh stimulasi yang lebih beragam. Beberapa aktivitas yang dapat dicoba antara lain:

  • Membentuk huruf dan angka.
  • Membuat bentuk hewan atau kendaraan.
  • Menyusun bentuk buah dan sayuran.
  • Bermain jual beli menggunakan playdough.
  • Mencetak bentuk menggunakan cetakan kue.
  • Menghitung jumlah bola-bola kecil dari playdough.
  • Bermain tebak bentuk bersama keluarga.

Bagaimana Playdough Mendukung Program Terapi Anak?

Selain menjadi permainan di rumah, playdough juga sering dimanfaatkan dalam berbagai sesi terapi karena dapat disesuaikan dengan target perkembangan anak. Aktivitas ini membantu meningkatkan kemampuan motorik, sensori, maupun koordinasi melalui cara yang menyenangkan. Beberapa manfaat playdough dalam terapi antara lain:

  • Melatih kekuatan otot jari dan tangan.
  • Mengembangkan koordinasi motorik halus.
  • Memberikan stimulasi sensori melalui berbagai tekstur.
  • Membantu meningkatkan konsentrasi saat menyelesaikan tugas.
  • Mendukung persiapan keterampilan menulis.
  • Melatih kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
  • Menjadi media bermain yang menyenangkan dalam proses terapi.

Baca juga: Ketika Anak Regresi saat Terapi Apakah Normal?

Ciptakan Momen Bermain yang Bermakna Bersama Si Kecil!

Membuat playdough buatan sendiri tidak hanya menghadirkan aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Melalui permainan ini, anak dapat melatih motorik halus, kreativitas, kemampuan sensori, hingga komunikasi dalam suasana yang santai dan penuh interaksi.

Apabila Ayah Bunda ingin mengetahui aktivitas bermain yang paling sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, Pusat Terapi Bermain siap membantu melalui layanan asesmen tumbuh kembang, terapi bermain, terapi okupasi, terapi wicara, terapi behavior, terapi sensori integrasi, dan fisioterapi. Bersama tim profesional, setiap program disusun secara individual agar Si Kecil memperoleh stimulasi yang maksimal melalui aktivitas bermain yang menyenangkan. Konsultasikan kebutuhan anak di sini!

Hubungi Kami Sekarang:

Grand Depok City: 0813-1339-3636

Sawangan: 0821-2242-1616

Karawaci: 0852-1236-1717

Cibinong: 0852-1236-1717

Kebagusan: 0813-1339-2626 

Scroll to Top