
Permainan untuk melatih fokus anak ADHD dapat menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk membantu Si Kecil belajar mempertahankan perhatian. Anak dengan ADHD sering kali mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam waktu yang lama, mudah terdistraksi, atau berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Kondisi ini dapat mempengaruhi proses belajar, aktivitas sehari-hari, hingga interaksi sosial apabila tidak mendapatkan pendampingan yang sesuai.
Meski demikian, bukan berarti anak dengan ADHD tidak dapat melatih kemampuan fokusnya. Dengan aktivitas yang menarik, sesuai usia, dan dilakukan secara bertahap, anak dapat belajar meningkatkan perhatian sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan lainnya. Penting dipahami bahwa permainan untuk melatih fokus anak ADHD merupakan bentuk stimulasi yang dapat mendukung perkembangan, tetapi tidak menggantikan asesmen maupun program terapi yang direkomendasikan oleh tenaga profesional.
Mengapa Permainan Efektif untuk Melatih Fokus Anak?
Bermain merupakan cara belajar yang paling alami bagi anak. Saat bermain, Si Kecil cenderung lebih termotivasi untuk mengikuti aktivitas tanpa merasa sedang menjalani latihan. Oleh karena itu, banyak kegiatan terapi maupun stimulasi yang memanfaatkan permainan sebagai media pembelajaran.
Selain menyenangkan, permainan juga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing anak. Tingkat kesulitan bisa ditambahkan perlahan-lahan supaya anak mendapatkan tantangan yang cocok tanpa mengalami stres. Pendekatan ini membantu anak mempertahankan motivasi selama proses belajar berlangsung.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Permainan
Tidak semua permainan memiliki tujuan yang sama. Pemilihan permainan sebaiknya mempertimbangkan usia, kemampuan, minat, serta target perkembangan anak. Dengan memilih aktivitas yang tepat, stimulasi yang diberikan dapat berjalan lebih optimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pilih permainan yang sesuai dengan usia anak.
- Sesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan Si Kecil.
- Hindari memberikan terlalu banyak instruksi sekaligus.
- Berikan waktu istirahat apabila anak mulai kehilangan fokus.
- Berikan apresiasi atas usaha anak, bukan hanya hasilnya.
- Dampingi anak selama bermain agar tetap termotivasi.
- Konsultasikan dengan tenaga profesional apabila anak membutuhkan program stimulasi khusus.
Baca juga: Terapi Individu vs Terapi Kelompok – Mana yang Terbaik?
Permainan untuk Melatih Fokus Anak ADHD
Berikut beberapa permainan yang dapat membantu melatih kemampuan fokus anak secara bertahap. Aktivitas ini dapat dilakukan di rumah maupun sebagai bagian dari stimulasi yang direkomendasikan oleh tenaga profesional.
1. Puzzle Sesuai Usia Anak

Puzzle mengajak anak memperhatikan bentuk, warna, dan posisi setiap potongan agar dapat tersusun menjadi gambar yang utuh. Aktivitas ini melatih kemampuan memperhatikan detail sekaligus mempertahankan fokus hingga tugas selesai. Pilih jumlah keping puzzle yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak agar tidak membuatnya mudah frustasi.
Ayah Bunda dapat meningkatkan tingkat kesulitan secara bertahap ketika anak mulai terbiasa. Jangan lupa memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan, meskipun puzzle belum berhasil diselesaikan sepenuhnya. Pendekatan yang positif membantu anak tetap termotivasi untuk mencoba kembali.
2. Permainan Mencari Perbedaan atau Mencari Objek

Permainan mencari perbedaan gambar maupun mencari benda tertentu melatih kemampuan anak memusatkan perhatian pada detail visual. Anak perlu mengamati setiap bagian gambar sebelum menemukan jawaban yang benar. Aktivitas ini juga membantu meningkatkan ketelitian.
Mulailah dengan gambar yang sederhana kemudian tingkatkan kompleksitasnya secara bertahap. Pastikan suasana bermain tetap menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani. Permainan seperti ini dapat dilakukan dalam waktu singkat tetapi secara rutin.
3. Menyusun Balok atau Lego

Menyusun balok atau lego membutuhkan konsentrasi, koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan mengikuti pola. Anak akan belajar mempertahankan perhatian selama proses membangun bentuk tertentu. Selain melatih fokus, aktivitas ini juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
Ayah Bunda dapat memberikan tantangan sederhana, seperti membuat menara atau mengikuti contoh gambar. Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri sebelum membantu apabila mengalami kesulitan. Cara ini membantu meningkatkan rasa percaya diri anak.
4. Permainan Mengikuti Instruksi

Permainan seperti Simon Says, tepuk pola, atau mengikuti gerakan tertentu dapat melatih kemampuan mendengarkan sekaligus mempertahankan perhatian. Anak perlu fokus terhadap instruksi yang diberikan sebelum memberikan respons. Aktivitas ini juga membantu melatih kontrol diri.
Gunakan instruksi yang sederhana terlebih dahulu, kemudian tingkatkan variasinya sesuai kemampuan anak. Permainan ini dapat dilakukan bersama seluruh anggota keluarga sehingga terasa lebih menyenangkan. Suasana yang positif membuat anak lebih bersemangat untuk berlatih.
5. Bermain Pasir atau Sensory Bin

Aktivitas bermain pasir atau sensory bin dapat membantu anak mempertahankan perhatian melalui eksplorasi berbagai tekstur. Misalnya, anak diminta mencari benda-benda kecil yang disembunyikan di dalam pasir atau biji-bijian. Kegiatan ini mendorong anak tetap fokus pada tugas hingga selesai.
Selain melatih konsentrasi, permainan sensori juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Namun, pemilihan aktivitas perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Pada beberapa kondisi, permainan sensori dapat menjadi bagian dari terapi sensori integrasi sesuai rekomendasi tenaga profesional.
Baca juga: Mendongeng sebagai Terapi – Bagaimana Cerita Bisa Membantu?
Kapan Anak Perlu Mendapatkan Pendampingan Profesional?
Permainan dapat menjadi stimulasi yang bermanfaat untuk melatih fokus anak. Namun, apabila kesulitan berkonsentrasi terjadi secara terus-menerus hingga mengganggu aktivitas belajar, bermain, maupun kehidupan sehari-hari, Ayah Bunda sebaiknya mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Anak sangat sulit mempertahankan perhatian dalam berbagai aktivitas.
- Mudah terdistraksi meskipun lingkungan sudah kondusif.
- Kesulitan mengikuti instruksi sederhana sesuai usianya.
- Sering berpindah aktivitas tanpa menyelesaikannya.
- Hambatan fokus mulai mempengaruhi proses belajar atau interaksi sosial.
- Orang tua merasa kesulitan memberikan stimulasi yang sesuai di rumah.
- Membutuhkan asesmen untuk mengetahui kebutuhan perkembangan anak.
Mengapa Asesmen Penting Sebelum Menentukan Program Terapi?
Setiap anak dengan ADHD memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, stimulasi maupun terapi perlu disesuaikan berdasarkan hasil asesmen agar target perkembangan yang ingin dicapai lebih jelas dan terarah. Beberapa manfaat melakukan asesmen sebelum terapi meliputi:
- Mengetahui kemampuan dan tantangan anak secara menyeluruh.
- Menentukan jenis terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
- Menyusun target perkembangan yang realistis.
- Membantu memilih aktivitas stimulasi yang tepat.
- Memantau perkembangan anak secara berkala.
- Memberikan edukasi kepada orang tua mengenai stimulasi di rumah.
- Mengoptimalkan hasil terapi melalui program yang terstruktur.
Baca juga: Apa Manfaat Bermain Pasir untuk Anak ABK? Ketahui Ini!
Bantu Anak Anda Mengasah Kemampuan Berkonsentrasi Lewat Kegiatan yang Seru!
Memilih permainan untuk melatih fokus anak ADHD dapat menjadi langkah awal untuk memberikan stimulasi yang menyenangkan bagi Si Kecil. Namun, setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga hasil yang diperoleh juga dapat bervariasi. Apabila kesulitan fokus mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, asesmen menjadi langkah penting untuk mengetahui bentuk pendampingan yang paling sesuai.
Di Pusat Terapi Bermain, Ayah Bunda dapat melakukan asesmen tumbuh kembang sebagai dasar penyusunan program terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tersedia berbagai layanan seperti terapi behavior, terapi bermain, terapi okupasi, terapi sensori integrasi, terapi wicara, dan fisioterapi yang dilakukan oleh tim profesional. Dengan pendekatan yang tepat, Si Kecil dapat memperoleh stimulasi yang mendukung perkembangan fokus, perilaku, dan keterampilan lainnya. Konsultasikan kebutuhan anak di sini!
Hubungi Kami Sekarang: