Hubungi Kami

Jam Layanan

Senin – Sabtu : 08.00 – 16.00

Apa Perbedaan Speech Delay dan Speech Disorder pada Anak?

Perbedaan Speech Delay dan Speech Disorder

Mencari tahu penyebab Si Kecil belum lancar bicara melalui internet sering kali memicu kebingungan. Ayah Bunda mungkin merasa takut salah mengenali gejala sehingga ragu menentukan tindakan yang sesuai.

Kebingungan ini biasanya muncul akibat sulitnya membedakan antara keterlambatan biasa dengan gangguan fungsi komunikasi. Mengetahui perbedaan speech delay dan speech disorder membantu orang tua memberikan dukungan yang tepat.

Ketelitian mengenali kedua kondisi tersebut memengaruhi cara anak belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Bekal informasi yang benar membuat Ayah Bunda lebih tenang saat menyiapkan stimulasi harian untuk Si Kecil. 

Baca Juga: Ini 5 Dampak Speech Delay Pada Anak Yang Dianggap Sepele!

Definisi Speech Delay dan Speech Disorder

Speech delay adalah kondisi dimana kemampuan bahasa Si Kecil belum berkembang sesuai dengan tahap usia seharusnya. Kondisi ini ditandai dengan sedikitnya jumlah kosakata serta kesulitan anak dalam merangkai kalimat saat berkomunikasi. Ayah Bunda biasanya akan mendapati kondisi dimana Si Kecil mampu memahami instruksi namun belum bisa membalasnya.

Anak sering kali mengandalkan gestur tangan atau menarik baju orang tua untuk menunjukkan keinginan karena keterbatasan kata. Komunikasi non-verbal ini menjadi tanda bahwa pemahaman anak masih berjalan baik meski produksi bahasanya terlambat.

Sedangkan speech disorder adalah gangguan medis yang memengaruhi cara seseorang memproduksi suara atau mengatur ritme saat berbicara. Kondisi ini membuat ucapan Si Kecil sulit dipahami karena melibatkan masalah pada artikulasi atau gagap. Berbeda dengan speech delay, gangguan ini juga melibatkan gangguan motorik suara sehingga memerlukan penanganan yang lebih spesifik.

Memahami perbedaan speech delay dan speech disorder dapat membantu Ayah Bunda memberikan dukungan yang tepat sasaran. Ketepatan dalam membedakan keduanya mencegah Ayah Bunda terjebak pada stimulasi yang kurang efektif.

Perbedaan Speech Delay dan Speech Disorder pada Anak

Ayah Bunda perlu mencermati beberapa poin berikut untuk membedakan kedua kondisi tersebut. Memahami perbedaan speech delay dan speech disorder dapat membantu Ayah Bunda menentukan arah simulasi yang lebih tepat. Berikut adalah rincian mengenai penyebab, gejala, hingga cara penanganan.

1. Penyebab

Perbedaan Speech Delay dan Speech Disorder

Perbedaan speech delay dan speech disorder yang pertama bisa dilihat dari penyebabnya. Speech delay biasanya disebabkan oleh kurangnya stimulasi dan interaksi dua arah, kondisi tongue-tie, gangguan pendengaran, hingga keterlambatan maturasi saraf dan autisme. 

Sedangkan untuk kondisi speech disorder biasanya melibatkan masalah fungsi atau struktur seperti:

  • Apraxia, kondisi dimana otak kesulitan mengirim sinyal ke otot mulut untuk membentuk gerakan bicara yang benar.
  • Dysarthria, kelemahan pada otot wajah, lidah, atau tenggorokan sehingga ucapan tidak jelas.
  • Bibir sumbing
  • Hingga  masalah pada koordinasi otot bicara atau kerusakan saraf otak. 

Dengan mengetahui akar masalah sejak dini, Ayah Bunda akan lebih mudah untuk memberikan stimulasi yang tepat untuk tumbuh kembang Si Kecil dan segera melakukan konsultasi untuk penanganan lebih lanjut. 

2. Gejala

Perbedaan Speech Delay dan Speech Disorder

Perbedaan speech delay dan speech disorder yang kedua terletak pada gejalanya. Gejala speech delay biasanya terlihat dari jumlah kosakata yang belum mencapai tahapan usia Si Kecil. Anak usia 12 bulan umumnya sudah bisa mengucapkan satu kata. Saat menginjak usia 18 bulan, kemampuan bicara minimal mencapai 10 hingga 20 kata tunggal. Memasuki usia 24 bulan, anak idealnya mampu merangkai dua kata dengan total sekitar 50 kata.

Sedangkan untuk gejala speech disorder, biasanya lebih berfokus pada kualitas suara serta kejelasan pengucapan kata. Si Kecil mungkin sering mengulang suku kata tertentu karena kesulitan mengeluarkan bunyi yang diinginkan. Ucapan yang dihasilkan terdengar sengau meskipun struktur kalimatnya sudah benar. Kondisi ini membuat orang luar sulit memahami maksud pembicaraan Si Kecil.

Anak speech delay cenderung memiliki kosa kata terbatas namun pengucapannya masih bisa dimengerti. Sebaliknya, anak speech disorder mungkin memiliki banyak kosa kata tetapi artikulasinya tidak jelas atau terbata-bata.

3. Penanganan

Perbedaan Speech Delay dan Speech Disorder

Perbedaan speech delay dan speech disorder yang ketiga terletak pada penanganan keduanya. Untuk kondisi speech delay, sering kali cukup diatasi dengan pemberian stimulasi intensif secara mandiri di rumah. Orang tua bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk mengajak anak mengobrol, membacakan buku cerita, serta membatasi screen time harian Si Kecil. 

Sedangkan untuk kasus speech disorder, membutuhkan evaluasi medis jangka panjang guna memantau perkembangan fungsi saraf maupun struktur mulut. Ahli terapi akan memberikan latihan khusus yang sulit dilakukan sendiri oleh orang tua tanpa panduan medis. Terapis biasanya juga menggunakan alat bantu stimulasi khusus atau teknik pijatan khusus area mulut untuk merangsang kekuatan saraf motorik anak.

Cara Melakukan Deteksi Dini di Rumah

Perbedaan speech delay dan speech disorder bisa dikenali melalui pengamatan respons harian anak terhadap instruksi sederhana. Ayah Bunda dapat mencatat jumlah kosakata yang dikuasai serta kejelasan suara anak saat mencoba berkomunikasi. 

Data catatan ini bukan untuk melakukan diagnosis mandiri, melainkan sebagai bahan laporan lengkap saat berkonsultasi dengan dokter. Pengamatan orang tua membantu tenaga medis memahami pola perkembangan anak secara lebih mendetail.

Pemeriksaan profesional tetap menjadi langkah utama jika Ayah Bunda merasa ada yang tidak biasa pada perkembangan anak. Ahli akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi pendengaran, struktur mulut, hingga kemampuan kognitif Si Kecil. 

Jangan menunda pertemuan dengan terapis wicara hanya karena menunggu anak bisa bicara sendiri. Penanganan lebih awal memberikan peluang perbaikan kemampuan komunikasi yang jauh lebih besar bagi masa depan anak.

Interaksi di rumah berfungsi sebagai pendukung proses terapi yang sedang dijalani oleh Si Kecil di bawah pengawasan ahli. Dokter biasanya memberikan panduan stimulasi spesifik yang perlu dipraktikkan orang tua untuk mempercepat hasil pemulihan. Pastikan selalu mendiskusikan setiap perubahan kecil yang terjadi pada anak kepada tenaga medis yang menangani. 

Baca Juga: Kamu Wajib Tahu! Ini 5 Kelebihan Anak Speech Delay

Tingkatkan Skill Bicara Si Kecil bersama Pusat Terapi Bermain

Perbedaan speech delay dan speech disorder terletak pada jumlah perbendaharaan kosa kata serta kejelasan ucapan Si Kecil. Untuk speech delay, biasanya terjadi karena kurangnya interaksi dan stimulasi sehingga otak cenderung lambat mengolah kosa kata baru. Sedangkan pada kondisi speech disorder lebih condong pada masalah koordinasi saraf motorik yang menggerakkan lidah serta bibir saat bersuara. 

Jika Ayah Bunda masih ragu dan bingung tentang kondisi si Kecil, akan lebih baik jika Ayah Bunda segera berkonsultasi kepada dokter spesialis anak atau terapis profesional untuk mendapatkan kepastian masalah yang dialami Si Kecil.

Gangguan yang terdeteksi sejak dini memudahkan orang tua dalam mengambil langkah pendampingan yang akurat. Jika ingin memberikan dukungan yang lebih spesifik, Layanan Terapi Wicara dari Pusat Terapi Bermain menyediakan program individual yang dirancang khusus oleh terapis profesional. Pendekatan melalui metode bermain yang terarah membuat proses belajar bicara terasa lebih menyenangkan bagi Si Kecil. 

Segera amankan jadwal konsultasi agar masa keemasan Si Kecil bisa berkembang optimal.

Scroll to Top