![]()
Melihat Si Kecil yang belum juga bisa berbicara sedangkan teman sebayanya sudah lancar bercerita tentu membuat Ayah Bunda merasa khawatir. Perasaan ini bertambah berat saat melihat Si Kecil kesulitan mengungkapkan keinginan mereka dan berakhir menangis frustasi. Jika dibiarkan tanpa stimulasi tepat, kondisi ini dapat menghambat rasa percaya diri serta kemampuan sosialnya.
Namun, Ayah Bunda tidak perlu patah semangat karena banyak cara menyenangkan untuk melatih kemampuan komunikasinya. Salah satunya dengan memberikan mainan untuk anak speech delay sebagai media terapi di rumah. Melalui aktivitas bermain yang lebih terarah, Si Kecil akan lebih terpacu untuk mengeluarkan suara tanpa paksaan.
Baca Juga: Waspadai Ciri-Ciri Speech Delay Si Kecil Sejak Dini!
7 Rekomendasi Mainan Untuk Anak Speech Delay
Ayah Bunda mungkin bingung harus membeli mainan yang mana dari sekian banyak pilihan di toko. Sebenarnya tidak perlu membeli semuanya sekaligus, cukup pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan stimulasi Si Kecil saat ini. Berikut adalah beberapa rekomendasi mainan untuk anak speech delay yang bisa mengasah skill komunikasi Si Kecil:
1. Boneka Tangan Karakter

Banyak anak merasa tertekan jika harus menatap mata orang dewasa saat dipaksa untuk segera berbicara. Nah kehadiran boneka tangan sebagai sosok teman bisa membuat Si Kecil merasa lebih rileks lalu mau untuk bersuara. Ayah Bunda bisa menggerakkan mulut boneka seirama dengan suara yang dikeluarkan agar perhatian anak terkunci pada sumber bunyi tersebut.
Penggunaan mainan untuk anak speech delay ini sangat efektif untuk mengalihkan perhatian anak agar ia tidak merasa sedang diuji. Melalui karakter yang lucu, Ayah Bunda bisa memancing respon spontan seperti mengajak tos atau sekadar bertanya tentang warna baju. Mainan ini sangat berguna untuk melatih kepercayaan diri anak dalam memulai percakapan sederhana.
2. Alat Tiup Gelembung Sabun

Meniup gelembung bukan sekadar hiburan, melainkan latihan fisik untuk memperkuat otot bibir dan pipi Si Kecil. Otot mulut yang kuat dibutuhkan agar Si Kecil bisa mengucapkan setiap suku kata dengan lebih jelas nantinya. Saat mencoba meniup, otot-otot di sekitar bibir dan pipi anak akan bekerja lebih aktif daripada biasanya. Aktivitas ini jauh lebih menyenangkan daripada meminta anak melakukan senam muka yang membosankan.
Ayah Bunda bisa mengajak Si Kecil adu kuat meniup agar otot area mulutnya semakin terlatih secara maksimal. Semakin sering ia belajar mengatur napas untuk meniup, semakin siap pula ia mengontrol gerakan bibir saat memproduksi kata. Mengejar gelembung juga membuat anak bergerak aktif sehingga koordinasi tubuhnya ikut terlatih dengan cara yang asyik.
3. FlashcardÂ

Kartu bergambar atau flash card dapat membantu Si Kecil mengenal nama-nama benda yang ada di sekitarnya dengan lebih mudah. Ayah Bunda cukup menunjukkan kartu tersebut satu per satu sambil menyebutkan namanya dengan suara yang jernih. Gunakan gambar yang sangat mirip dengan benda asli seperti buah, kendaraan, atau peralatan makan di rumah.
Kegunaan kartu ini adalah memperbanyak simpanan kata dalam memori anak sebelum ia akhirnya bisa mengucapkannya secara mandiri. Si Kecil akan lebih mudah menyambungkan apa yang ia lihat dengan suara yang keluar dari mulut Ayah Bunda. Rutinitas ini sangat bagus untuk mempertajam fokus anak dalam memperhatikan setiap detail gambar serta suara.
4. Telepon Mainan Klasik

Anak-anak adalah peniru yang hebat, dan mereka biasanya sangat penasaran ingin mencoba mengobrol lewat telepon seperti orang tuanya. Ayah Bunda bisa memanfaatkan rasa penasaran ini dengan berpura-pura menelpon Si Kecil dan menunggu ia memberikan jawaban dari ujung telepon mainannya. Aktivitas sederhana ini menciptakan ruang yang aman bagi anak untuk mencoba mengeluarkan suara secara spontan tanpa merasa sedang diawasi.
Manfaat dari mainan untuk anak speech delay ini adalah melatih anak mengerti aturan bergantian saat sedang berbicara. Si Kecil akan belajar bahwa setelah orang lain bicara, ada giliran baginya untuk memberikan jawaban atau respon. Keterampilan dasar ini sangat penting agar anak tidak hanya diam saat diajak berkomunikasi oleh orang di sekitarnya.
5. Set Masak-Masakan atau Perkakas

Bermain peran dengan alat masak atau perkakas tukang membantu anak mengerti fungsi dari benda-benda di dunia nyata. Ayah Bunda bisa mengajak Si Kecil memasak bersama sambil meminta tolong diambilkan sendok atau piring. Interaksi yang melibatkan gerakan tangan ini membuat proses pengenalan kata jadi tidak membosankan bagi Si Kecil.
Melalui skenario bermain peran ini, Si Kecil belajar menggunakan kata-kata yang fungsional seperti potong, aduk, atau ambil dalam konteks yang tepat. Pengalaman memegang langsung mainan untuk anak speech delay ini akan membuat anak lebih mudah memahami alur sebuah kegiatan sederhana setiap harinya.Â
6. Balok Susun Kayu

Sambil menumpuk balok menjadi menara, Ayah Bunda bisa mengenalkan konsep posisi seperti atas, bawah, atau samping secara berulang-ulang dengan nada yang ceria. Setiap gerakan meletakkan balok adalah kesempatan emas untuk menyebutkan warna atau ukuran balok tersebut agar Si Kecil bisa menyerap informasi baru. Pengulangan kata yang dilakukan secara natural dalam permainan akan lebih mudah diingat oleh anak tanpa ada unsur tekanan.
Momen saat bangunan balok runtuh biasanya akan memancing suara kaget atau tawa yang menjadi pemicu komunikasi yang sangat alami antara orang tua. Manfaatkan mainan untuk anak speech delay ini untuk mengajak anak berdialog singkat mengenai apa yang baru saja terjadi pada bangunan baloknya tersebut.Â
7. Puzzle

Puzzle membantu anak belajar fokus sekaligus melatih koordinasi mata dan tangan yang berhubungan erat dengan perkembangan area kognitif di otaknya. Saat anak berusaha mencocokkan kepingan gambar ke tempat yang tepat, Ayah Bunda bisa menyebutkan nama objek tersebut secara berulang. Proses mencari posisi yang pas ini memberikan jeda waktu yang alami bagi anak untuk menyerap informasi bahasa tanpa diburu waktu.
Keberhasilan saat kepingan puzzle berhasil terpasang sempurna biasanya akan memberikan rasa puas yang memancing anak untuk berekspresi secara spontan. Gunakan momen ini untuk memberikan pujian singkat atau sekadar bertanya tentang gambar apa yang baru saja ia selesaikan untuk memicu dialog sederhana.Â
Baca Juga: Bagaimana Cara Terapi Wicara Anak Speech Delay?Ini 7 Tipsnya!
Tingkatkan Skill Komunikasi Si Kecil Bersama Pusat Terapi Bermain
7 rekomendasi mainan untuk anak speech delay di atas hanyalah alat bantu untuk memancing interaksi Si Kecil. Poin utamanya adalah bagaimana mainan tersebut bisa memperkuat otot mulut, melatih fokus, hingga membiasakan Si Kecil mendengar kosakata baru secara berulang. Ayah Bunda tidak perlu membeli semuanya, cukup pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan area yang ingin dilatih saat ini.
Namun, jika Ayah Bunda merasa kemajuan Si Kecil masih belum terlihat signifikan meski sudah diberikan stimulasi, jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga ahli. Setiap anak punya tantangan yang berbeda, dan penanganan yang lebih spesifik bisa membantu mereka mengejar ketertinggalannya dengan lebih cepat. Segera konsultasikan perkembangan Si Kecil melalui Layanan Terapi Wicara dari Pusat Terapi Bermain untuk mendapatkan program stimulasi yang dirancang khusus oleh para profesional. Segera hubungi cabang terdekat kami untuk berkonsultasi lebih lanjut
- Grand Depok City: 0813-1339-3636
- Sawangan: 0821-2242-1616
- Karawaci: 0852-1236-1717
- Cibinong: 0852-1236-1717
- Kebagusan: 0813-1339-2626